home global news

Panik Separuh Penyakit, Tenang Separuh Obat, dan Sabar Awal Kesembuhan

Jum'at, 30 Juli 2021 - 07:05 WIB
Ilustrasi seseorang dalam ketenangan jiwa yang membuat dirinya mengenal Sang Pencipta. Foto: Langit7.id/iStock
Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi mengatakan, kunci utama dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah ketenangan dan kesabaran. Sikap tenang bisa didapatkan melalui dzikir dan tawakkal kepada Allah SWT.

Sikap tawakkal akan membawa pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia merupakan kehendak-Nya. Meyakini hal tersebut, sesungguhnya sudah mendatangkan ketenangan, apalagi jika ditambah dengan dzikir. Allah SWT berjanji akan menganugerahkan ketenangan ke dalam jiwa orang-orang yang selalu berdzikir kepada-Nya.

"Tidak akan terkena virus kalau Allah tidak menghendaki. Tidak akan terkena virus kalau kita meminta kepada Allah agar dilindungi dari virus," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI bertajuk Wahai Ummat, Jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.

Setelah berdoa dengan penuh tawakkal, kata dia, Allah pasti akan memberi jalan agar selamat dari virus. Misalnya, saat berniat keluar rumah, Allah akan menghalangi sehingga kesulitan untuk pergi. Itulah yang dimaksud petunjuk bagi orang beriman.

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, sesungguhnya hati tidak akan merasakan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah SWT. "Tidak akan tenang kecuali kita berhubungan dengan Allah. Sehingga barang siapa yang tujuan utamanya adalah kecintaan kepada Allah, rasa takut kepada Allah, bergantung hanya kepada Allah, dia telah mendapatkan kenikmatan tersebut. Kelezatan, kebahagiaan, dan ketenangan tersebut untuk selama-lamanya," ucapnya.

Penjelasan tersebut di atasmerupakan obat kesedihan paling mujarab. Situasi yang tak menentu seperti saat ini diyakini tidak akan membuat panik orang beriman. Pasalnya, merekamemahami segala sesuatu atas kehendak Allah SWT. Tawakkal itu pula yang membawa seseorang tidak panik mendengar berita kematian yang terjadi setiap hari.

Kematian, kata dia, adalah nikmat bagi orang beriman karena akan bertemu dengan kekasihnya. Sementara kematian bagi orang jahat berarti membebaskan dia dari kejahatan. Demikian pula jika diberi umur panjang, Allah tengah memberikan kesempatan untuk berbuat baik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rektor unida gontor unida gontor hamid fahmy zarkasyi covid-19 tawakkal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya