Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Panik Separuh Penyakit, Tenang Separuh Obat, dan Sabar Awal Kesembuhan

Muhajirin Jum'at, 30 Juli 2021 - 07:05 WIB
Panik Separuh Penyakit, Tenang Separuh Obat, dan Sabar Awal Kesembuhan
Ilustrasi seseorang dalam ketenangan jiwa yang membuat dirinya mengenal Sang Pencipta. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi mengatakan, kunci utama dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah ketenangan dan kesabaran. Sikap tenang bisa didapatkan melalui dzikir dan tawakkal kepada Allah SWT.

Sikap tawakkal akan membawa pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia merupakan kehendak-Nya. Meyakini hal tersebut, sesungguhnya sudah mendatangkan ketenangan, apalagi jika ditambah dengan dzikir. Allah SWT berjanji akan menganugerahkan ketenangan ke dalam jiwa orang-orang yang selalu berdzikir kepada-Nya.

"Tidak akan terkena virus kalau Allah tidak menghendaki. Tidak akan terkena virus kalau kita meminta kepada Allah agar dilindungi dari virus," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI bertajuk Wahai Ummat, Jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.

Setelah berdoa dengan penuh tawakkal, kata dia, Allah pasti akan memberi jalan agar selamat dari virus. Misalnya, saat berniat keluar rumah, Allah akan menghalangi sehingga kesulitan untuk pergi. Itulah yang dimaksud petunjuk bagi orang beriman.

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, sesungguhnya hati tidak akan merasakan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah SWT. "Tidak akan tenang kecuali kita berhubungan dengan Allah. Sehingga barang siapa yang tujuan utamanya adalah kecintaan kepada Allah, rasa takut kepada Allah, bergantung hanya kepada Allah, dia telah mendapatkan kenikmatan tersebut. Kelezatan, kebahagiaan, dan ketenangan tersebut untuk selama-lamanya," ucapnya.

Penjelasan tersebut di atas merupakan obat kesedihan paling mujarab. Situasi yang tak menentu seperti saat ini diyakini tidak akan membuat panik orang beriman. Pasalnya, mereka memahami segala sesuatu atas kehendak Allah SWT. Tawakkal itu pula yang membawa seseorang tidak panik mendengar berita kematian yang terjadi setiap hari.

Kematian, kata dia, adalah nikmat bagi orang beriman karena akan bertemu dengan kekasihnya. Sementara kematian bagi orang jahat berarti membebaskan dia dari kejahatan. Demikian pula jika diberi umur panjang, Allah tengah memberikan kesempatan untuk berbuat baik.

"Jadi seluruh apa yang terjadi, itu semua skenario Allah. Maka itu kita tenang dengan mengingat Allah, bahwa Allah yang menentukan itu, apapun yang terjadi Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hamid mengutip perkataan Ibnu Sina dalam Kitab Qanun fi at Tibbin yang mengatakan, kepanikan adalah separuh penyakit. Sedangkan ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan.

"Maka yang perlu kita lakukan adalah ketenangan. Tidak panik. Ketenangan yang dalam pengertian medis kita mengatahui apa yang harus lakukan dengan prokesnya itu, kalau sakit segera melakukan tindakan yang bersifat fisik," ujarnya.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)