Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Rektor Unida Gontor: Jangan Sedih, Hadapi Pandemi dengan Tawakkal

Muhajirin Kamis, 29 Juli 2021 - 23:50 WIB
Rektor Unida Gontor: Jangan Sedih, Hadapi Pandemi dengan Tawakkal
Ilustrasi berdoa ala Islam sambil mengangkat tangan dan menggenggam tasbih. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi meminta masyarakat agar tidak perlu bersedih menghadapi pandemi Covid-19. Bersikap tenang, meski berada dalam kondisi yang tidak menentu dan terus bertawakkal kepada Allah SWT.

Dia menyebutkan, segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. Maka, solusi yang tepat menghadapi corona dan masalah kehidupan tentunya dengan tawakkal. Teruslah, kata dia, bersikap tenang dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya.

Ustadz Hamid mengutip sebuah kisah yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Pernah suatu ketika seorang sahabat datang ke mesjid dengan unta. Namun, sahabat tersebut tidak mengikat untanya saat masuk ke dalam masjid. Peristiwa itu dilihat oleh nabi.

"Kenapa kamu tidak mengikat untamu?" tanya Nabi kepada sahabat tersebut.

"Saya bertawakkal kepada Allah," jawab sang sahabat. Namun dia dinasihati Nabi untuk mengikat unta terlebih dahulu, lalu bertawakkal kepada-Nya.

"Ada dua poin di sini, mengikat unta dan bertawakkal kepada Allah. Artinya mengikat unta itu adalah mengikuti sunnatullah, mengikuti ahkam ijtamiyah, kalau anda tidak membawa sesuatu yang itu tidak membawa akibat yang buruk bagi anda, anda akan tetap menerima akibatnya," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI Wahai Ummat, jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.

Ustadz Hamid menekankan, hal pertama yang harus disadari oleh semua masyarakat, yakni menganggap Covid-19 itu ada. Maka itu, sebagai bentuk ikhtiar, masyarakat sepatutnya berhati-hati menyiapkan diri dan menghindar dari corona. Salah satunya dengan taat protokol kesehatan.

Jika dianalogikan dengan hadits di atas, masyarakat perlu disiplin protokol kesehatan sebagai bentuk tawakkal. Bukan masa bodo dengan keadaan. "Yang ingin saya tekankan bukan soal mengikat onta, tapi menjaga prokes," ucapnya.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)