LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi meminta masyarakat agar tidak perlu bersedih menghadapi pandemi Covid-19. Bersikap tenang, meski berada dalam kondisi yang tidak menentu dan terus bertawakkal kepada Allah SWT.
Dia menyebutkan, segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. Maka, solusi yang tepat menghadapi corona dan masalah kehidupan tentunya dengan tawakkal. Teruslah, kata dia, bersikap tenang dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya.
Ustadz Hamid mengutip sebuah kisah yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Pernah suatu ketika seorang sahabat datang ke mesjid dengan unta. Namun, sahabat tersebut tidak mengikat untanya saat masuk ke dalam masjid. Peristiwa itu dilihat oleh nabi.
"Kenapa kamu tidak mengikat untamu?" tanya Nabi kepada sahabat tersebut.
"Saya bertawakkal kepada Allah," jawab sang sahabat. Namun dia dinasihati Nabi untuk mengikat unta terlebih dahulu, lalu bertawakkal kepada-Nya.
"Ada dua poin di sini, mengikat unta dan bertawakkal kepada Allah. Artinya mengikat unta itu adalah mengikuti
sunnatullah, mengikuti
ahkam ijtamiyah, kalau anda tidak membawa sesuatu yang itu tidak membawa akibat yang buruk bagi anda, anda akan tetap menerima akibatnya," kata Ustadz Hamid dalam webinar MIUMI Wahai Ummat, jangan Bersedih yang disiarkan melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis (29/7/2021) malam WIB.
Ustadz Hamid menekankan, hal pertama yang harus disadari oleh semua masyarakat, yakni menganggap Covid-19 itu ada. Maka itu, sebagai bentuk ikhtiar, masyarakat sepatutnya berhati-hati menyiapkan diri dan menghindar dari corona. Salah satunya dengan taat protokol kesehatan.
Jika dianalogikan dengan hadits di atas, masyarakat perlu disiplin protokol kesehatan sebagai bentuk tawakkal. Bukan masa bodo dengan keadaan. "Yang ingin saya tekankan bukan soal mengikat onta, tapi menjaga prokes," ucapnya.
(asf)