Sikap Mandiri dalam Islam, Ini Harapan Rasul terhadap Umatnya
Mahmuda attar hussein
Rabu, 13 April 2022 - 00:00 WIB
Ilustrasi kemandirian umat Islam. (Foto: iStock).
Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi umat yang mandiri. Artinya menjadi golongan umat yang menjaga kehormatan dari meminta-minta.
Dosen Institut PTIQ Jakarta, Azmi Ismail mengatakan, umat Nabi Muhammad SAW diminta untuk tidak membiasakan diri menerima pemberian orang.
"Hidup mandiri dan jangan menjadikan menerima pemberian orang atau bahkan meminta-minta menjadi sebuah kebiasaan, karena itu tidak diinginkan Rasulullah," katanya dalam Shariah Inspirative: Umat Mandiri yang Diinginkan Nabi, dikutip Selasa (12/4/2022).
Baca Juga: Ma'ruf Amin: Kemandirian Umat Diwujudukan Lewat Pendidikan dan Ekonomi Syariah
Seperti dalam hadits berikut, Anas bin Malik menceritakan bahwa seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?" Pengemis itu menjawab, "Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir." Nabi pun menimpali, "Ambillah, dan serahkan itu kepadaku."
Mendapati anjuran Nabi, sang pengemis langsung bergegas pulang mengambil satu-satunya cangkir yang dimiliki dan kembali menghadap Rasul.
Dosen Institut PTIQ Jakarta, Azmi Ismail mengatakan, umat Nabi Muhammad SAW diminta untuk tidak membiasakan diri menerima pemberian orang.
"Hidup mandiri dan jangan menjadikan menerima pemberian orang atau bahkan meminta-minta menjadi sebuah kebiasaan, karena itu tidak diinginkan Rasulullah," katanya dalam Shariah Inspirative: Umat Mandiri yang Diinginkan Nabi, dikutip Selasa (12/4/2022).
Baca Juga: Ma'ruf Amin: Kemandirian Umat Diwujudukan Lewat Pendidikan dan Ekonomi Syariah
Seperti dalam hadits berikut, Anas bin Malik menceritakan bahwa seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?" Pengemis itu menjawab, "Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir." Nabi pun menimpali, "Ambillah, dan serahkan itu kepadaku."
Mendapati anjuran Nabi, sang pengemis langsung bergegas pulang mengambil satu-satunya cangkir yang dimiliki dan kembali menghadap Rasul.