Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 31 Mei 2026
home global news detail berita

Sikap Mandiri dalam Islam, Ini Harapan Rasul terhadap Umatnya

mahmuda attar hussein Rabu, 13 April 2022 - 00:00 WIB
Sikap Mandiri dalam Islam, Ini Harapan Rasul terhadap Umatnya
Ilustrasi kemandirian umat Islam. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi umat yang mandiri. Artinya menjadi golongan umat yang menjaga kehormatan dari meminta-minta.

Dosen Institut PTIQ Jakarta, Azmi Ismail mengatakan, umat Nabi Muhammad SAW diminta untuk tidak membiasakan diri menerima pemberian orang.

"Hidup mandiri dan jangan menjadikan menerima pemberian orang atau bahkan meminta-minta menjadi sebuah kebiasaan, karena itu tidak diinginkan Rasulullah," katanya dalam Shariah Inspirative: Umat Mandiri yang Diinginkan Nabi, dikutip Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Kemandirian Umat Diwujudukan Lewat Pendidikan dan Ekonomi Syariah

Seperti dalam hadits berikut, Anas bin Malik menceritakan bahwa seorang pengemis dari kalangan Anshar datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?" Pengemis itu menjawab, "Tentu, saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir." Nabi pun menimpali, "Ambillah, dan serahkan itu kepadaku."

Mendapati anjuran Nabi, sang pengemis langsung bergegas pulang mengambil satu-satunya cangkir yang dimiliki dan kembali menghadap Rasul.

Saat menerima cangkir itu, Nabi langsung menawarkannya kepada para sahabat, "Adakah di antara kalian yang ingin membeli ini?"

Seorang sahabat mengacungkan tangannya dan berkata, "Saya, Ya Rasulullah. Saya beli seharga satu dirham." Rasulullah pun menawarkannya kembali, "Adakah di antara kalian yang ingin membayar lebih?".

Disambut seorang sahabat yang menyanggupinya dengan harga dua dirham, lebih tinggi dari tawaran sebelumnya.

Usai melelang, Nabi menyerahkan cangkir itu kepada pembeli yang kedua, dan uang yang diterima langsung diberikan kepada pengemis itu. Rasulullah berpesan kepadanya agar lekas membeli makanan dan apa yang dibutuhkan oleh istri dan anak-anaknya.

"Sisakan uang itu untuk membeli sebuah kapak. Carilah kayu sebanyak mungkin dan kau jual, selama dua pekan ke depan, aku tidak ingin melihatmu." Sambil melepas kepergiannya, Nabi memberikan ongkos tambahan.

Dua pekan berlalu, sang pengemis kembali menghadap Rasulullah dengan membawa sepuluh dirham hasil penjualan kayu.

Rasulullah tampak lega, kemudian ia bersabda, "Hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-meminta hanya akan membuat noda di wajahmu ketika di akhirat nanti. Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat sesorang tidak bisa berusaha." (HR. Abu Daud).

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 31 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)