Bukti Orisinalitas Qur’an, Upaya Orientalis Selalu Gagal
Muhajirin
Selasa, 19 April 2022 - 17:00 WIB
Catatan ayat Quran di sebuah papan kayu di Afrika. (Foto: Istimewa)
Arthur Jeffery merupakan orientalis pengkaji Al-Qur’an yang paling kontroversial dengan gagasan ingin membuat Al-Qur’an edisi kritis. Dia berpandangan, Al-Qur’an yang ada saat ini sangat tidak jelas dan disusun secara sembarangan.
Salah satu bagian yang dikritisi Jeffery adalah Surah Al-Fatihah yang dianggap bukan bagian dari Al-Qur’an. Dalam tulisannya berjudul "The Variant Readings of the Fatihah", dia mengklaim ada kejanggalan dalam Surah Al-Fatihah dengan menunjukkan dua variasi surah itu yang berbeda.
Bahkan, Jeffery bersama Bergstrasser dan Pretzl pernah berencana membuat edisi kritis terhadap Al-Qur’an. Namun, rencana mereka gagal setelah bahan-bahan yang dikumpulkan hancur terkena bom pada Perang Dunia II. Hal itu disampaikan Jeffery dalam bukunya, Materials for the History of the Text of the Qur’an: The Old Codices.
Baca juga: 4 Sumber Daya Islam Jadi Daya Tarik Peneliti Dunia
Jeffery memiliki banyak pandangan kontroversi terkait Al-Qur’an. Namun, pada akhirnya pandangan-pandangan itu bisa dipatahkan dengan mudah dengan fakta sejarah yang lebih otentik.
Misal tuduhan Jeffery mushaf Utsmani saat ini. Dia berpadangan, Utsman tak sepatutnya menyeragamkan mushaf yang sudah beredar di wilayah umat Islam kala itu. Dia menilai penyeragaman itu didorong oleh motivasi politik.
Selain itu, Jeffery menganggap Al-Qur’an memuat memuat permasalahan mendasar. Pertama, aksara gundul di dalam mushaf Utsmani yang menjadi penyebab perbedaan varian bacaan.
Salah satu bagian yang dikritisi Jeffery adalah Surah Al-Fatihah yang dianggap bukan bagian dari Al-Qur’an. Dalam tulisannya berjudul "The Variant Readings of the Fatihah", dia mengklaim ada kejanggalan dalam Surah Al-Fatihah dengan menunjukkan dua variasi surah itu yang berbeda.
Bahkan, Jeffery bersama Bergstrasser dan Pretzl pernah berencana membuat edisi kritis terhadap Al-Qur’an. Namun, rencana mereka gagal setelah bahan-bahan yang dikumpulkan hancur terkena bom pada Perang Dunia II. Hal itu disampaikan Jeffery dalam bukunya, Materials for the History of the Text of the Qur’an: The Old Codices.
Baca juga: 4 Sumber Daya Islam Jadi Daya Tarik Peneliti Dunia
Jeffery memiliki banyak pandangan kontroversi terkait Al-Qur’an. Namun, pada akhirnya pandangan-pandangan itu bisa dipatahkan dengan mudah dengan fakta sejarah yang lebih otentik.
Misal tuduhan Jeffery mushaf Utsmani saat ini. Dia berpadangan, Utsman tak sepatutnya menyeragamkan mushaf yang sudah beredar di wilayah umat Islam kala itu. Dia menilai penyeragaman itu didorong oleh motivasi politik.
Selain itu, Jeffery menganggap Al-Qur’an memuat memuat permasalahan mendasar. Pertama, aksara gundul di dalam mushaf Utsmani yang menjadi penyebab perbedaan varian bacaan.