Yusuf Chudlori: Kesibukan Jelang Lebaran Bisa Ganggu Konsentrasi Ibadah
Arif purniawan
Sabtu, 23 April 2022 - 03:02 WIB
Yusuf Chudlori (foto: istimewa)
Bulan Ramadhan sudah memasuki hari ke-21 pada Sabtu (23/4/2022). 10 hari terakhir bulan Ramadhan, tantangan dan godaan bagi umat Islam datang dari mana-mana, yang berpotensi mengganggu keistiqomahan dalam menjalankan ibadah.
Hal itu disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, KH Yusuf Chudlori, dalam kanal Youtube Fast FM Magelang, pada Jumat (22/4/2022) malam.
Gus Yusuf mengatakan, Rasulullah SAW pernah menyampaikan, bahwasnya pada 10 hari terakhir, beliau tidak pernah turun dan keluar dari masjid.
Baca juga:Meneladani Rasulullah, Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Hidup
“Di dalam masjid itikaf, ibadah dan ibadah. Dengan selendang atau sarung yang dikencangkan. Ini maknanya, Rasulullah tidak sempat berhubungan dengan istrinya, 10 hari terakhir konsentrasi penuh untuk ibadah,” ujarnya.
Karena di 10 terakhir itulah, Allah SWT akan memilih mana hambanya yang layak di merdekakan dari panas api neraka atau Itqun Minannar. Ibarat saringan, 10 hari terakhir ini lubangnya semakin besar. Babak penyisihan banyak, babak semifinal sudah terlewati. Berguguran lagi.
“Tinggal sedikit, hanya orang-orang pilihan yang bisa bertahan di 10 hari terakhir,” ucapnya.
Hal itu disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, KH Yusuf Chudlori, dalam kanal Youtube Fast FM Magelang, pada Jumat (22/4/2022) malam.
Gus Yusuf mengatakan, Rasulullah SAW pernah menyampaikan, bahwasnya pada 10 hari terakhir, beliau tidak pernah turun dan keluar dari masjid.
Baca juga:Meneladani Rasulullah, Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Hidup
“Di dalam masjid itikaf, ibadah dan ibadah. Dengan selendang atau sarung yang dikencangkan. Ini maknanya, Rasulullah tidak sempat berhubungan dengan istrinya, 10 hari terakhir konsentrasi penuh untuk ibadah,” ujarnya.
Karena di 10 terakhir itulah, Allah SWT akan memilih mana hambanya yang layak di merdekakan dari panas api neraka atau Itqun Minannar. Ibarat saringan, 10 hari terakhir ini lubangnya semakin besar. Babak penyisihan banyak, babak semifinal sudah terlewati. Berguguran lagi.
“Tinggal sedikit, hanya orang-orang pilihan yang bisa bertahan di 10 hari terakhir,” ucapnya.