Keabadian Wakaf Sumur Utsman bin Affan, 14 Abad Mengalirkan Manfaat
Muhajirin
Jum'at, 29 April 2022 - 16:05 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Sumur Raumah terletak di samping Masjid Qiblatain. Mulanya, telaga itu dimiliki seorang Yahudi. Tapi, kepemilikan beralih ke tangan Utsman bin Affan.
Diriwayatkan, pada masa Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air bersih yang tersisa adalah sumur milik seorang Yahudi, yakni Sumur Raumah. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela mengantri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.
Kondisi tersebut membuat Rasulullah berseru kepada para sahabatnya. “Wahai sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka dia akan mendapatkan surga-Nya Allah Ta’ala.” (HR Muslim).
Utsman bin Affan menyambut seruan tersebut dengan penuh semangat. Dia langsung mendatangi si Yahudi pemilik sumur. Si Yahudi menawarkan harga sangat tinggi hingga puluhan dinar.
Baca Juga: Kisah Utsman bin Affan, Sahabat yang Meninggal saat Berpuasa
“Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak punya penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” ucap Yahudi itu enggan melepaskan sumurnya.
Diriwayatkan, pada masa Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air bersih yang tersisa adalah sumur milik seorang Yahudi, yakni Sumur Raumah. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela mengantri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.
Kondisi tersebut membuat Rasulullah berseru kepada para sahabatnya. “Wahai sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka dia akan mendapatkan surga-Nya Allah Ta’ala.” (HR Muslim).
Utsman bin Affan menyambut seruan tersebut dengan penuh semangat. Dia langsung mendatangi si Yahudi pemilik sumur. Si Yahudi menawarkan harga sangat tinggi hingga puluhan dinar.
Baca Juga: Kisah Utsman bin Affan, Sahabat yang Meninggal saat Berpuasa
“Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak punya penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” ucap Yahudi itu enggan melepaskan sumurnya.