Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Keabadian Wakaf Sumur Utsman bin Affan, 14 Abad Mengalirkan Manfaat

Muhajirin Jum'at, 29 April 2022 - 16:05 WIB
Keabadian Wakaf Sumur Utsman bin Affan, 14 Abad Mengalirkan Manfaat
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Sumur Raumah terletak di samping Masjid Qiblatain. Mulanya, telaga itu dimiliki seorang Yahudi. Tapi, kepemilikan beralih ke tangan Utsman bin Affan.

Diriwayatkan, pada masa Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air bersih yang tersisa adalah sumur milik seorang Yahudi, yakni Sumur Raumah. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela mengantri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Kondisi tersebut membuat Rasulullah berseru kepada para sahabatnya. “Wahai sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka dia akan mendapatkan surga-Nya Allah Ta’ala.” (HR Muslim).

Utsman bin Affan menyambut seruan tersebut dengan penuh semangat. Dia langsung mendatangi si Yahudi pemilik sumur. Si Yahudi menawarkan harga sangat tinggi hingga puluhan dinar.

Baca Juga: Kisah Utsman bin Affan, Sahabat yang Meninggal saat Berpuasa

“Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak punya penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” ucap Yahudi itu enggan melepaskan sumurnya.

Utsman tak patah semangat. Dia sangat termotivasi mendapatkan Janji surga dari Rasulullah SAW. Dia lalu memberikan penawaran menarik kepada si Yahudi tersebut.

“Bagaimana kalau aku beli setengah saja dari sumurmu,” ucap Utsman tak kehilangan akal. “Maksudnya?” Tanya Yahudi.

“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu, kemudian lusa menjadi milikku lagi dengan demikian berganti-gantian. Bagaimana?” Jelas Utsman.

Yahudi itu heran mendengar penawaran Utsman, sambil bergumam, “Saya mendapatkan uang yang besar dari Utsman bin Affan tanpa harus kehilangan sumurku.”

Si Yahudi akhirnya setuju menerima tawaran Utsman dan disepakati kepemilikan bergantian. Utsman segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur untuk cukup dua hari.

“Silahkan mengambil air untuk kebutuhan rumah, semua gratis. Ambil sebanyak-banyaknya besok sumur ini milik si Yahudi,” masyarakat Madinah pun berbondong-bondong datang ke sumur tersebut.

Pada keesokan hari, si Yahudi mendapati sumurnya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Merasa rugi Yahudi itu pun mendatangi Utsman dan berkata:

“Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga yang sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”, ucap Raumah kepada Utsman.

Utsman setuju. Sumur itu lalu dibeli seharga 20.000 dirham. Maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman secara penuh. Secara resmi Utsman mewakafkan sumur tersebut untuk kepentingan kaum muslimin, dimanfaatkan untuk kepentingan umat, seluruh rakyat Madinah.

Sumur itu menjadi sumber mata air lahan di sekitarnya, hingga ditanam kebun kurma. Rakyat Madinah memanfaatkan kurma untuk berdagang dan hasilnya dimanfaatkan untuk umat.

Pohon kurma terus bertambah, hingga diwariskan dari generasi ke generasi. Dari para Khalifah, hingga Daulah Utsmaniyyah dan terakhir dikelola oleh pemerintah Arab Saudi.

Departemen Pertanian Saudi menjual hasil dan ribuan pohon ke pasar-pasar. Setengah keuntungannya disalurkan ke anak yatim. Setengahnya lagi disimpan di rekening bank atas nama Utsman bin Affan dibawah pengawasan Departemen Pertanian.

Baca Juga: Al-Azhar, Potret Keberhasilan Wakaf yang Berdiri di Bulan Ramadhan

“Ini luar biasa, karena sejak zaman Utsman membeli sumur itu, sampai sekarang masih bermanfaat. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah Utsman ini, di mana wakaf itu, sekali wakaf tapi bisa dimanfaatkan umat selama-lamanya. Sampai harta wakaf itu masih bisa dimanfaatkan, itu pahalanya juga akan mengalir terus,” kata H. Sarmidi Husna di kanal Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Hingga kini manfaat sumur tersebut terus mengalirkan manfaat. Pemerintah Saudi membelikan tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi. Di atas tanah itu dibangun Hotel Utsman bin Affan.

Penghasilan dari hotel tersebut terus disalurkan untuk kepentingan umat Islam di seluruh dunia.

“Kita juga bisa meneladani Utsman dengan mewakafkan harta yang kita miliki. Ketika wakaf itu masih bisa dimanfaatkan, maka wakaf itu akan mengalirkan pahala kepada yang berwakaf,” kata Sarmidi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)