KH Miftachul Akhyar: Pondok Pesantren Mendidik Generasi Jadi Pintar dan Benar
Muhajirin
Jum'at, 29 April 2022 - 19:04 WIB
KH Miftachul Akhyar (foto: Antara)
Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, KH Miftachul Akhyar, menilai pondok pesantren merupakan sistem pendidikan terbaik di Tanah Air. Pesantren tidak hanya mendidik santri untuk pintar, tapi juga hidup dengan cara yang benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Ada aplikasi ayat pertama Surah Al-Alaq di dalamnya, yakni setiap umat Islam diperintahkan untuk mendalami ilmu pengetahuan.
“Iqra, jadilah orang yang punya kemampuan. Mau membaca semuanya, tapi jangan lupa ayat ini tidak berdiri sendiri, ada kelanjutannya. Iqra-nya dengan apa? ‘bismi rabbika’ (dengan nama Tuhanmu). Itulah bentuk khasyatullah itu. Jadi pintar dan benar,” kata KH Miftachul Akhyar di akun resmi Pesantren Lirboyo, dikutip Jumat (29/4/2022).
Baca Juga: Pesantren Punya Potensi Emas, PBSB Buat Santri Mendunia
Mengutip laman NU Online, KH Miftachul Akhyar menjelaskan, pesantren mampu terus eksis dan bertahan sampai saat ini sudah terbukti mencetak alumni yang berkualitas. Santri tidak hanya memiliki kecerdasan kognitif, tapi juga dibarengi kecerdasan afektif (sikap dan akhlak).
“Pesantren bisa bertahan karena model pendidikannya mampu memproduksi orang pintar yang berakhlak (benar),” kata Rais Aam PBNU ini.
Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Ada aplikasi ayat pertama Surah Al-Alaq di dalamnya, yakni setiap umat Islam diperintahkan untuk mendalami ilmu pengetahuan.
“Iqra, jadilah orang yang punya kemampuan. Mau membaca semuanya, tapi jangan lupa ayat ini tidak berdiri sendiri, ada kelanjutannya. Iqra-nya dengan apa? ‘bismi rabbika’ (dengan nama Tuhanmu). Itulah bentuk khasyatullah itu. Jadi pintar dan benar,” kata KH Miftachul Akhyar di akun resmi Pesantren Lirboyo, dikutip Jumat (29/4/2022).
Baca Juga: Pesantren Punya Potensi Emas, PBSB Buat Santri Mendunia
Mengutip laman NU Online, KH Miftachul Akhyar menjelaskan, pesantren mampu terus eksis dan bertahan sampai saat ini sudah terbukti mencetak alumni yang berkualitas. Santri tidak hanya memiliki kecerdasan kognitif, tapi juga dibarengi kecerdasan afektif (sikap dan akhlak).
“Pesantren bisa bertahan karena model pendidikannya mampu memproduksi orang pintar yang berakhlak (benar),” kata Rais Aam PBNU ini.