Perdana Menteri Jepang Ingin Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Investasi dan Energi
Hasanah syakim
Sabtu, 30 April 2022 - 00:40 WIB
Presiden Jokowi dan PM Jepang (foto: setneg)
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan bahwa Jepang ingin memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia jelang peringatan 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan diperingati 2023.
"Pada kesempatan istimewa ini, saya ingin mempererat lebih lanjut kemitraan strategis kedua negara yang akan menyambut peringatan 65 tahun hubungan diplomatik pada tahun depan," kata Kishida dikutip dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden Jum’at (29/4/2022).
Baca juga:Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Ini 7 Arahan Presiden Jokowi
Kishida mengatakan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut terkait rencana peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia, antara lain terkait kerja sama bilateral di bidang investasi dan energi.
Selain itu, Kishida menyampaikan keinginan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kerja sama terkait Presidensi G20 Indonesia.
“Indonesia dan Jepang perlu membicarakan lebih lanjut mengenai upaya memperkuat ketertiban internasional yang bebas dan terbuka, mengingat banyaknya tantangan terkait situasi di Ukraina, Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Korea Utara,” katanya.
Baca juga:7 Arahan Jokowi Menghadapi Gejolak Ekonomi Global
"Pada kesempatan istimewa ini, saya ingin mempererat lebih lanjut kemitraan strategis kedua negara yang akan menyambut peringatan 65 tahun hubungan diplomatik pada tahun depan," kata Kishida dikutip dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden Jum’at (29/4/2022).
Baca juga:Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Ini 7 Arahan Presiden Jokowi
Kishida mengatakan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut terkait rencana peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia, antara lain terkait kerja sama bilateral di bidang investasi dan energi.
Selain itu, Kishida menyampaikan keinginan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kerja sama terkait Presidensi G20 Indonesia.
“Indonesia dan Jepang perlu membicarakan lebih lanjut mengenai upaya memperkuat ketertiban internasional yang bebas dan terbuka, mengingat banyaknya tantangan terkait situasi di Ukraina, Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Korea Utara,” katanya.
Baca juga:7 Arahan Jokowi Menghadapi Gejolak Ekonomi Global