LANGIT7, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan bahwa Jepang ingin memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia jelang peringatan 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan diperingati 2023.
"Pada kesempatan istimewa ini, saya ingin mempererat lebih lanjut kemitraan strategis kedua negara yang akan menyambut peringatan 65 tahun hubungan diplomatik pada tahun depan," kata Kishida dikutip dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden Jum’at (29/4/2022).
Baca juga: Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Ini 7 Arahan Presiden JokowiKishida mengatakan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut terkait rencana peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia, antara lain terkait kerja sama bilateral di bidang investasi dan energi.
Selain itu, Kishida menyampaikan keinginan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kerja sama terkait Presidensi G20 Indonesia.
“Indonesia dan Jepang perlu membicarakan lebih lanjut mengenai upaya memperkuat ketertiban internasional yang bebas dan terbuka, mengingat banyaknya tantangan terkait situasi di Ukraina, Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Korea Utara,” katanya.
Baca juga: 7 Arahan Jokowi Menghadapi Gejolak Ekonomi GlobalBerdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor non-migas Indonesia ke Jepang sebesar 5,07 miliar dolar AS pada kuartal I 2022. Nilai tersebut meningkat dari 3,82 miliar dolar AS untuk periode yang sama di 2021.
Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi penanaman modal dari Jepang di Indonesia pada 2021 mencapai 2,26 miliar dolar AS.
Baca juga: Larang Ekspor Minyak Goreng, Mendag Terbitkan Permendag 22 tahun 2022Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan kunjungan PM Kishida beserta delegasi Jepang memberikan semangat baru dalam kerja sama pemulihan ekonomi di tengah situasi dunia yang sangat kompleks.
(sof)