Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 11 Juni 2026
home global news detail berita

Breaking the Barrier: Lulus N4 dan SSW, serta Mensetsu Perdana Menuju Jepang

tim langit 7 Kamis, 11 Juni 2026 - 10:54 WIB
Breaking the Barrier: Lulus N4 dan SSW, serta Mensetsu Perdana Menuju Jepang
Oleh : Umar Jahidin

LANGIT7.ID-Setahun lalu, tepatnya pada April 2025, saya berkesempatan mengunjungi Negeri Sakura. Perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari upaya mempelajari peluang kerja yang dapat diakses oleh anak-anak muda Indonesia di Jepang.

Saat itu, tidak sedikit yang meragukan langkah saya. Bahkan beberapa teman dekat mempertanyakan optimisme yang saya miliki. Jepang dikenal sebagai negara dengan standar kerja yang tinggi. Persyaratannya ketat, budaya kerjanya disiplin, dan kemampuan bahasa menjadi syarat utama yang tidak bisa diabaikan.

Namun saya memilih untuk percaya. Saya meyakinkan diri bahwa jika sebelumnya pernah terlibat dalam penempatan tenaga kerja Indonesia ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan beberapa negara Timur Tengah, maka peluang ke Jepang juga layak diperjuangkan.

Dari keyakinan itulah perjalanan baru dimulai.

Selepas kontestasi Pileg 2024 yang belum memberikan hasil sesuai harapan, saya memilih mengalihkan energi pada bidang yang lebih produktif dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Saya kemudian mendirikan lembaga pelatihan bahasa Jepang yang bertujuan menyiapkan calon pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja Jepang.

Lembaga tersebut kemudian hadir dengan nama PT Alvin Duta Mandiri.

Sebagai lembaga yang baru berdiri, tentu perjalanan awalnya tidak mudah. Sosialisasi dilakukan dari kampung ke kampung, dari sekolah ke sekolah, dan dari satu komunitas ke komunitas lainnya. Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dengan promosi. Kepercayaan harus dibuktikan melalui hasil nyata.

Alhamdulillah, respons masyarakat cukup baik. Pada akhir tahun 2025 tercatat sekitar 70 calon siswa bergabung untuk mengikuti pelatihan. Mereka kemudian dibagi ke dalam dua kelompok. Kelas A mulai belajar pada Januari 2026, sedangkan Kelas B menyusul pada Februari 2026.

Fokus utama kami sejak awal adalah kualitas pembelajaran. Kami menghadirkan pengajar yang memiliki pengalaman akademik sekaligus pengalaman mengajar di Jepang. Metode pembelajaran dirancang lebih praktis, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Hasilnya mulai terlihat.

Setelah sekitar lima bulan belajar, sebanyak 34 siswa dari Kelas A mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang level N4. Keputusan ini sebenarnya cukup berani karena umumnya peserta membutuhkan waktu sekitar enam bulan atau lebih untuk mencapai level tersebut.

Breaking the Barrier: Lulus N4 dan SSW, serta Mensetsu Perdana Menuju Jepang

Alhamdulillah, sebanyak 16 siswa berhasil lulus.

Bagi sebagian orang, angka itu mungkin terlihat biasa. Namun bagi kami, angka tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Itu merupakan bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan metode pembelajaran yang tepat mampu menghasilkan capaian yang melampaui target awal.

Keberhasilan tersebut tidak berhenti pada N4.

Sebagian siswa yang lulus juga berhasil melewati ujian Specified Skilled Worker (SSW) bidang konstruksi, yang menjadi salah satu pintu masuk untuk bekerja secara legal dan profesional di Jepang. Bahkan beberapa di antaranya telah berhasil melewati mensetsu atau wawancara kerja dengan perusahaan Jepang.

Menurut Sensei Jayat Asmoro yang mendampingi para siswa dalam proses tersebut, agenda mensetsu akan terus dilakukan secara berkala sehingga para siswa yang telah lulus N4 dan SSW memiliki peluang lebih besar untuk segera memperoleh penempatan kerja di Jepang.

Bagi lembaga yang baru berdiri, capaian ini tentu menjadi catatan yang membanggakan. Sebab tidak banyak lembaga baru yang dalam waktu relatif singkat mampu mengantarkan siswanya mengikuti ujian N4, lulus SSW, hingga memasuki tahap wawancara dengan perusahaan Jepang.

Saat ini jumlah siswa yang belajar di LPK Alvin telah berkembang menjadi sekitar 140 orang yang tersebar dalam beberapa kelas. Sebagian sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian N4 berikutnya, sementara yang lain bersiap menghadapi ujian SSW dan proses mensetsu.

Perkembangan tersebut memberikan optimisme tersendiri. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin jumlah siswa akan mendekati 300 orang hingga akhir tahun. Namun bagi kami, yang lebih penting bukanlah jumlah semata. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap siswa mendapatkan pembelajaran yang berkualitas dan memiliki peluang nyata untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sebab di balik setiap siswa yang lulus, terdapat harapan besar sebuah keluarga. Ada orang tua yang berharap anaknya memperoleh pekerjaan yang layak. Ada anak muda yang berjuang mengubah nasib melalui keterampilan dan pendidikan. Ada pula mimpi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui jalan yang legal dan bermartabat.

Perjalanan ini juga memberikan pelajaran berharga bagi saya secara pribadi. Tidak semua jalan yang kita rencanakan akan berakhir sesuai harapan. Kadang-kadang sebuah kegagalan justru menjadi pintu masuk menuju peluang yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Jika saya tidak mengalami kegagalan dalam kontestasi politik beberapa waktu lalu, mungkin saya tidak akan berada di titik ini. Saya mungkin tidak akan menyaksikan secara langsung bagaimana anak-anak muda mulai menatap masa depannya dengan lebih optimistis melalui peluang kerja di Jepang.

Karena itu, keberhasilan perdana ini bukanlah akhir perjalanan. Ini hanyalah langkah pertama. Sebuah tanda bahwa kerja keras, kesabaran, dan keyakinan pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.

Perjalanan masih panjang. Masih banyak anak muda yang perlu diberi kesempatan. Masih banyak keluarga yang berharap kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan, keterampilan, dan kerja keras.

Dan seperti yang saya yakini sejak awal, setiap langkah besar selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama.

Hari ini langkah pertama itu telah membuahkan hasil. Besok, insya Allah, akan lahir keberhasilan-keberhasilan berikutnya yang lebih besar lagi.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan bukanlah milik mereka yang tidak pernah gagal. Keberhasilan adalah milik mereka yang tetap melangkah, tetap berikhtiar, dan tetap percaya meskipun pernah diragukan.

Itulah makna sesungguhnya dari Breaking the Barrier

(Tangerang, 10 Juni 2026,
Penulis: mantan Ketua Pokja TKI Majlis Ekonomi PP Muhammadiyah, CEO Alvin Group dan mahasiwa Doktoral Ekonomi Manajemen UMJ Jakarta)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 11 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)