Makna di Balik 7 Tradisi Lebaran di Hari Kemenangan
Fajar adhitya
Sabtu, 30 April 2022 - 12:02 WIB
Salah satu kebiasaan usai shalat Id adalah bermaaf-maafan kepada orang tua, tetangga, dan kerabat. Foto: Langit7.id/iStock.
Sebentar lagi umat Islam akan merayakan hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Terdapat beragam tradisi di Indonesia dalam menyambut hari fitri.
Berbagai tradisi pada hari lebaran Idul Fitri mengandung makna yang mendalam bagi setiap pelakunya. Tradisi berlebaran adalah pengejawantahan dari sunnah Rasulullah, seperti menyambung silaturahim, saling memaafkan, saling memberi hadiah, hingga menggunakan pakaian bagus ketika hendak shalat Id.
Berikut beberapa makna di balik sunnah dan tradisi hari lebaran Idul Fitri:
Baca Juga: Panduan Shalat Idul Fitri Lengkap Menurut Sunnah Rasulullah
1. Takbiran
Mengumandangkan takbir pada malam 1 Syawal sampai setelah shalat Idul Fitri merupakan sunnah. Takbir mengandung makna mengagungkan Allah atas segala karunianya.
Takbiran menimbulkan suasana kesyahduan dan kerinduan yang mendalam. Kumandang takbir yang bertalu-talu membuat muslimin merasakan betapa nikmatnya berpuasa dan merindukan Ramadhan di tahun berikutnya.
Berbagai tradisi pada hari lebaran Idul Fitri mengandung makna yang mendalam bagi setiap pelakunya. Tradisi berlebaran adalah pengejawantahan dari sunnah Rasulullah, seperti menyambung silaturahim, saling memaafkan, saling memberi hadiah, hingga menggunakan pakaian bagus ketika hendak shalat Id.
Berikut beberapa makna di balik sunnah dan tradisi hari lebaran Idul Fitri:
Baca Juga: Panduan Shalat Idul Fitri Lengkap Menurut Sunnah Rasulullah
1. Takbiran
Mengumandangkan takbir pada malam 1 Syawal sampai setelah shalat Idul Fitri merupakan sunnah. Takbir mengandung makna mengagungkan Allah atas segala karunianya.
Takbiran menimbulkan suasana kesyahduan dan kerinduan yang mendalam. Kumandang takbir yang bertalu-talu membuat muslimin merasakan betapa nikmatnya berpuasa dan merindukan Ramadhan di tahun berikutnya.