Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Makna di Balik 7 Tradisi Lebaran di Hari Kemenangan

fajar adhitya Sabtu, 30 April 2022 - 12:02 WIB
Makna di Balik 7 Tradisi Lebaran di Hari Kemenangan
Salah satu kebiasaan usai shalat Id adalah bermaaf-maafan kepada orang tua, tetangga, dan kerabat. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Sebentar lagi umat Islam akan merayakan hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Terdapat beragam tradisi di Indonesia dalam menyambut hari fitri.

Berbagai tradisi pada hari lebaran Idul Fitri mengandung makna yang mendalam bagi setiap pelakunya. Tradisi berlebaran adalah pengejawantahan dari sunnah Rasulullah, seperti menyambung silaturahim, saling memaafkan, saling memberi hadiah, hingga menggunakan pakaian bagus ketika hendak shalat Id.

Berikut beberapa makna di balik sunnah dan tradisi hari lebaran Idul Fitri:

Baca Juga: Panduan Shalat Idul Fitri Lengkap Menurut Sunnah Rasulullah

1. Takbiran

Mengumandangkan takbir pada malam 1 Syawal sampai setelah shalat Idul Fitri merupakan sunnah. Takbir mengandung makna mengagungkan Allah atas segala karunianya.

Takbiran menimbulkan suasana kesyahduan dan kerinduan yang mendalam. Kumandang takbir yang bertalu-talu membuat muslimin merasakan betapa nikmatnya berpuasa dan merindukan Ramadhan di tahun berikutnya.

2. Shalat Id

Shalat Id merupakan momentum yang paling dinanti bagi setiap muslim yang berpuasa. Shalat Id merupakan bentuk syukur sekaligus perayaan atas diri yang berhasil menahan hawa nafsu setelah sebulan berpuasa.

Saat shalat Id, seluruh masyarakat berbondong-bondong menghadiri tempat pelaksanaan shalat dengan pakaian terbaik dan membawa keluarga. Menjalin silaturahim kepada tetangga dan kerabat.

3. Bersilaturahmi

Salah satu kebiasaan usai shalat Id adalah bermaaf-maafan kepada orang tua, tetangga, dan kerabat. Setelah menaruh alat shalat di rumah, orang-orang berkeliling kampung, anak-anak muda berbaris di jalanan lingkungan untuk bersalam-salaman.

Anak-anak pun turut ceria karena akan mendapat sedekah dari saudara yang lebih tua. Pada hari yang fitri, semua saling berlapang dada dan menebar senyum ke sesama.

5. Saling berkirim hadiah

Pada hari yang fitri, masyarakat saling berkirim hadiah dalam berbagai bentuk. Entah hampers, amplop berisi uang, baju baru dan sebagainya. Muslimin merayakannya dengan gembira.

Baca Juga: Bolehkah Berhubungan Suami Istri Saat Lebaran? Ini Kata Buya Yahya

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk saling berkirim hadiah. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah mengatakan bahwa saling memberi hadiah dapat melapangkan dada dan menumbuhkan rasa cinta.

6. Berpakaian Bagus

Nabi Muhammad memakai burdah hibarat (kain indah buatan Yaman) pada setiap Hari Raya. (Sunan Al-Baihaqi 3:280 Nomor 5932).

7. Mudik

Tradisi mudik menyiratkan rasa rindu yang mendalam kepada kampung halaman setelah lama merantau. Bagi pemudik, Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang paling dinantikan. Mereka biasanya sudah menabung jauh-jauh hari untuk biaya perjalanan dan membawa oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

Baca Juga: Rayakan Libur Idul Fitri, Ini 7 Spot Hang Out Baru di Jakarta

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)