Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Panduan Shalat Idul Fitri Lengkap Menurut Sunnah Rasulullah

fajar adhitya Sabtu, 30 April 2022 - 03:03 WIB
Panduan Shalat Idul Fitri Lengkap Menurut Sunnah Rasulullah
Umat Islam melaksanakan ibadah shalat Idul Adha 1442 H/2021 M di kompleks Masjid Baitul Ala Lilmujahiddin, Masjid Abu Daod Beureueh, Mutiara, Pidie, Provinsi Aceh. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak. Shalat juga menjadi barometer amal-amal ibadah yang lain.

Dalam beribadah, sejatinya Allah Swt dan Rasul-Nya telah memberikan panduan yang dapat dijadikan pedoman oleh umat Islam, termasuk shalat pada hari raya Idul Fitri.

Dilansir buku Risalah Shalat Dewan Hisbah Persatuan Islam (Persis), berikut panduan shalat Idul Fitri sesuai tuntunan Rasulullah berdasarkan hadits-hadits shahih:

1. Amalan-amalan Sebelum Berangkat

a. Mandi

Ibnu Umar radhiallahu anhu mandi pada Hari Fitri sebelum berangkat ke lapangan (lokasi shalat). (Sunan Al-Baihaqi al-Kubra 3:278 Nomor 5920).

b. Berpakaian yang Bagus

Baca Juga: Ucapan Selamat Lebaran, Arti Doa Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Nabi Muhammad memakai burdah hibarat (kain indah buatan Yaman) pada setiap Hari Raya. (Sunan Al-Baihaqi 3:280 Nomor 5932).

c. Makan Sebelum Berangkat

Annas bin Malik berkata: Rasulullah tidak berangkat pada Hari Raya Fitri sebelum makan beberapa butir kurma, dan memakannya dalam bilangan ganjil. (HR Bukhari 1:325 Nomor 910).

2. Menuju Lapangan dengan Jalan Kaki

Amalan shalat Id Fitri berikutnya adalah menuju tempat shalat dengan berjalan kaki. Hikmah sunnah berjalan kaki saat berangkat ke tempat shalat adalah memperbanyak pahala.

Ibnu Umar berkata: Rasulullah berangkat shalat Id dengan berjalan kaki, demikian pula waktu kembalinya. (Sunan Ibnu Majah 1:411 Nomor 1924).

Ali bin Abi Thalib berkata: Termasuk sunnah mendatangi shalat Id dengan jalan kaki dan pulang dengan berkendaraan. (Sunan Al-Baihaqi 3:281 Nomor 5942)

3. Melalui Jalan yang Berbeda

Disunnahkan melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat shalat Id. Abu Hurairah berkata: Nabi berangkat pada shalat Id dan kembali menggunakan jalan lain yang berbeda dengan jalan semula. (Sahih Ibnu Khuzaimah 2:362 Nomor 1468).

4. Takbiran

Disunnahkan mengumandangkan takbir sepanjang perjalanan ke tempat shalat Id. Az-Zuhry berkata: Nabi berangkat Shalat Id Fitri, beliau bertakbir dari rumahnya sampai tempat shalat. (al-Mustadrak ala ash-Shahihain 1:437 Nomor 1105).

5. Lafadz Takbiran

Adapun lafadz takbir yang disunnahkan adalah sebagaimana yang diungkapkan Umar bin Khattab dan Abu Mas’ud, yakni:

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Baca Juga: Anjuran Rasulullah, Perempuan Haid Tetap Ikut ke Lokasi Sholat Id

Latin: Allaahu akbar allaahu akbar (2x). laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar (2x). Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan hanya milik Allah-lah segala pujian." (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 1:4990 Nomor 5650-5655).

6. Waktu Shalat 'Id

Menurut riwayat dari Jundab dalam kitab A’un Al Ma’bud, dikatakan bahwa Nabi Muhammad mengimami para sahabat dalam Shalat Idul Fitri ketika matahari seukuran dua tombak, sedangkan Idul Adha seukuran satu tombak.

Ukuran satu tombak matahari adalah sekitar 15 sampai 20 menit setelah matahari terbit. Ukuran kira-kira satu tombak maksudnya satu tombak dalam pandangan mata. Panjang satu tombak kira-kira adalah 2,50 meter, atau 7 hasta dalam pandangan mata. Menurut malikiyah satu tombak adalah 12 jengkal. Kalau dijadikan waktu, maka sekitar sepertiga jam atau 20 menit.

7. Shalat 'Id di Lapang

Abu Said al-Khudriy radiallahu anhu berkata, Rasulullah Saw keluar menuju mushalla pada hari 'id al-Fitri dan 'Id al-Adha, yang pertama beliau kerjakan adalah shalat.(HR Bukhari 1:326 Nomor 913).

Rumah Rasulullah berdekatan dengan masjid. Tetapi, ketika melaksanakan 'Id, beliau sengaja menuju mushalla sebuah lapangan yang terletak di pintu Madinah sebelah timur yang berjarak 1.000 hasta dari rumah Nabi (Fathul Bari 2:571, Fiqih Sunnah 2:268). Jadi, tidak ada contohnya menyengaja shalat 'Id di masjid atau pada bangunan lainnya.

Baca Juga: Antropolog UGM: Istilah Mudik Berasal dari Bahasa Melayu

Memang, ada sebuah Hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah Saw shalat di masjid:

Abu Hurairah radiallahu anhu berkata, “Pernah mereka kehujanan pada hari 'Id, lalu Nabi shalat Id bersama mereka di masjid.” (Sunan Al-Baihaqi al-Kubra 3:320 Nomor 6051).

Tetapi Hadits itu lemah karena ada rawi yang bernama Abu al-A'la ibnu Abi Farwah al-Farwiy al-Madaniy. Di samping ia dinyatakan majhul oleh para ahli, Hadits yang diriwayatkannya dinyatakan munkar, karena ia hanya dikenal dalam periwayatan Hadits ini saja.

8. Cara Shalat 'Id

Jabir ibnu Abdillah radiallahu anhu berkata, “Saya hadir bersama Rasulullah Saw pada hari raya, kemudian beliau memulai shalat sebelum khutbah tanpa adzan ataupun iqamat. Selanjunya, beliau berdiri dan berpegang kepada Bilal, kemudian memerintah kepada manusia agar taqwa kepada Allah dan ta'at. Beliau juga menasihati orang-orang dan mengingatkan mereka. Setelah selesai, beliau turun dan menuju tempat perempuan kemudian mengingatkan mereka.” (HR Muslim 2:603 Nomor 885).

9. Berkumpul

Ummu 'Athiyyah radiallahu anha berkata, “Rasulullah Saw memerintah kami membawa serta anak-anak perempuan yang hampir baligh, yang haidl, dan anak-anak perempuan yang masih gadis pada hari raya al-Fitri dan al-Adha. Namun perempuan-perempuan yang haidl itu tidak shalat.” (HR Muslim 2:606 Nomor 890).

Dengan keterangan di atas, shalat 'Id tidak wajib tetapi tidak bisa dilakukan dengan tidak berjama'ah. Shalat itu sama dengan shalat Ju'mat, yaitu dua raka'at. Bacaan dalam shalat harus jahar (dikeraskan), baik al-Fatihah maupun surat. Shalat 'Id dilaksanakan berjama'ah di lapangan dengan tujuh kali takbir pada raka'at pertama dan lima kali takbir pada raka'at kedua. Dalam pelaksanaan 'Id, didahulukan shalat daripada khutbah.

Amr ibnu 'Auf radiallahu anhu berkata, “Nabi Saw bertakbir pada shalat 'Id, tujuh kali pada (raka'at) yang pertama dan lima kali pada (raka'at) yang kedua sebelum membaca al-Fatihah.” (Sunan at-Tirmidzi 2:416 Nomor 536).

10. Tidak Ada Shalat Apapun yang Berkaitan dengan Shalat 'Id

Ibnu Abbas radiallahu anhu berkata, "Nabi berangkat pada hari 'Id, kemudian shalat dua rakaat, beliau tidak shalat baik sebelum maupun sesudahnya." (HR Bukhari 1:335 Nomor 946 dan HR Muslim 2:606 Nomor 884).

Baca Juga: Silakan Mudik, PLN: Jangan Lupa Cek Listrik sebelum Pulang Kampung




(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)