Ketupat Menu Wajib Lebaran, Ini Makna Filosofis di Dalamnya
Hasanah syakim
Ahad, 01 Mei 2022 - 09:03 WIB
Ketupat, makanan khas Lebaran masyarakat Indonesia. Foto: Langit7/iStock
Perayaan Idul Fitri atau Lebaran menjadi momentum sakral bagi umat Muslim di dunia termasuk Indonesia. Perayaan Idul Fitri menjadi hari yang ditunggu-tunggu setelah selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Di momen ini biasanya umat Muslim akan berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara serta menyantap sejumlah hidangan khas lebaran yang selalu hadir di perayaan tersebut.
Baca juga: Cobain Resep Rendang Istimewa Ini, Cocok Jadi Lauk Makan Ketupat
Ketupat atau kupat salah satu hidangan khas yang tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Tradisi ketupat ini pertama kali diperkenalkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.
Ketupat menjadi simbol perayaan hari raya umat Islam sejak masa pemerintahan Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah di awal abad ke-15.
Secara umum ketupat berasal dan banyak ditemui di kawasan Asia Tenggara sebagai hidangan khas. Berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa yang masih muda.
Yudin Taqyudin atau biasa disapa Gus Taqi, menjelaskan ketupat dalam bahasa Jawa dan Sunda disebut dengan kupat. Kata kupat adalah bentuk akronim dari ngaku lepat atau ngaku salah bahwa dirinya mengaku memiliki keluputan, kesalahan dan kekhilafan.
Di momen ini biasanya umat Muslim akan berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara serta menyantap sejumlah hidangan khas lebaran yang selalu hadir di perayaan tersebut.
Baca juga: Cobain Resep Rendang Istimewa Ini, Cocok Jadi Lauk Makan Ketupat
Ketupat atau kupat salah satu hidangan khas yang tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Tradisi ketupat ini pertama kali diperkenalkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.
Ketupat menjadi simbol perayaan hari raya umat Islam sejak masa pemerintahan Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah di awal abad ke-15.
Secara umum ketupat berasal dan banyak ditemui di kawasan Asia Tenggara sebagai hidangan khas. Berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa yang masih muda.
Yudin Taqyudin atau biasa disapa Gus Taqi, menjelaskan ketupat dalam bahasa Jawa dan Sunda disebut dengan kupat. Kata kupat adalah bentuk akronim dari ngaku lepat atau ngaku salah bahwa dirinya mengaku memiliki keluputan, kesalahan dan kekhilafan.