LANGIT7.ID - , Jakarta - Perayaan Idul Fitri atau Lebaran menjadi momentum sakral bagi umat Muslim di dunia termasuk Indonesia. Perayaan Idul Fitri menjadi hari yang ditunggu-tunggu setelah selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Di momen ini biasanya umat Muslim akan berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara serta menyantap sejumlah hidangan khas lebaran yang selalu hadir di perayaan tersebut.
Baca juga: Cobain Resep Rendang Istimewa Ini, Cocok Jadi Lauk Makan KetupatKetupat atau kupat salah satu hidangan khas yang tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Tradisi ketupat ini pertama kali diperkenalkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.
Ketupat menjadi simbol perayaan hari raya umat Islam sejak masa pemerintahan Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah di awal abad ke-15.
Secara umum ketupat berasal dan banyak ditemui di kawasan Asia Tenggara sebagai hidangan khas. Berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa yang masih muda.
Yudin Taqyudin atau biasa disapa Gus Taqi, menjelaskan ketupat dalam bahasa Jawa dan Sunda disebut dengan kupat. Kata kupat adalah bentuk akronim dari ngaku lepat atau ngaku salah bahwa dirinya mengaku memiliki keluputan, kesalahan dan kekhilafan.
"Seseorang mengaku bahwa dirinya memiliki kesalahan karena kupat itu bercangkang atau dibungkus dengan janur 'ja-a nur', yang dalam bahasa Arab artinya telah datang cahaya," kata Gus Taqi seperti dikutip dari channel YouTube Gus Taqi, Sabtu (30/4/2022).
Baca juga: Cara Masak Ketupat yang Benar, Tips supaya Tidak GagalMenurutnya, telah datang cahaya dari Allah Taala, terdapat hati nurani sehingga dirinya berani mengakui, atas segala khilafan yang pernah seseorang lakukan.
"Kalau di dalam rangkaian rantang selain ketupat biasanya ada opor. Bahan dasar opor adalah santan diambil dari kata 'suwun pangapunten' yang artinya mohon maaf atas segala kekhilafan," ujar Gus Taqi.
(est)