Saat Rasulullah Nonton Tari Perang Habasyah di Hari Idul Fitri
Muhajirin
Selasa, 03 Mei 2022 - 08:10 WIB
Ilustrasi tari perang. Foto: Langit7.id/iStock.
Hari Raya Idul Fitri adalah hari kegembiraan. Rasulullah dan para sahabat merayakan hari itu dengan berbagai macam ekspresi kegembiraan.
Pernah suatu ketika ada pemuda Habasyah yang melakukan pertunjukan seni tari di masjid. Pertunjukan itu digelar pada Hari Raya Idul Fitri.
Rasulullah tidak melarang hal tersebut. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, beliau bahkan mengajak ibunda Aisyah menyaksikan pertunjukan tersebut.
Kepala Aisyah diletakkan di pundak Nabi Muhammad Saw, sehingga ummul mukminin dapat menyaksikan pertunjukan tersebut. Bahkan, menurut riwayat itu, Aisyah radiallahu anhamenyediakan jamuan makan dan minum di sela-sela pertunjukan.
Baca Juga:Nilai Spiritual dari Kisah Mudik Rasulullah ke Mekkah
Pada masa Rasulullah, penduduk Madinah merayakan Hari Raya dengan suka cita. Mereka menyebut Hari Raya dengan seuta al-Ied, yang secara harfiah bermakna kebahagiaan yang terulang setiap tahun.
Ada banyak ekspresi kegembiraan pada Rasulullah. Di antaranya kegembiraan yang tercipta di rumah baginda Nabi Muhammad. Hal itu diceritakan oleh Aisyah dalam Shahih Bukhari.
Pernah suatu ketika ada pemuda Habasyah yang melakukan pertunjukan seni tari di masjid. Pertunjukan itu digelar pada Hari Raya Idul Fitri.
Rasulullah tidak melarang hal tersebut. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, beliau bahkan mengajak ibunda Aisyah menyaksikan pertunjukan tersebut.
Kepala Aisyah diletakkan di pundak Nabi Muhammad Saw, sehingga ummul mukminin dapat menyaksikan pertunjukan tersebut. Bahkan, menurut riwayat itu, Aisyah radiallahu anhamenyediakan jamuan makan dan minum di sela-sela pertunjukan.
Baca Juga:Nilai Spiritual dari Kisah Mudik Rasulullah ke Mekkah
Pada masa Rasulullah, penduduk Madinah merayakan Hari Raya dengan suka cita. Mereka menyebut Hari Raya dengan seuta al-Ied, yang secara harfiah bermakna kebahagiaan yang terulang setiap tahun.
Ada banyak ekspresi kegembiraan pada Rasulullah. Di antaranya kegembiraan yang tercipta di rumah baginda Nabi Muhammad. Hal itu diceritakan oleh Aisyah dalam Shahih Bukhari.