LANGIT7.ID, Jakarta - Mudik adalah tradisi yang dilakukan pada lebaran Idul Fitri di mana perantau pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Mudik merupakan manifestasi sunnah Rasulullah terkait menyambung tali silaturahim dan mencintai kampung halaman.
Rasulullah pun melaksanakan mudik pada bulan Ramadhan. Rasulullah pulang ke Mekkah, tanah kelahiran dan keluarga besarnya berada setelah delapan tahun meninggalkan kampung halamannya tersebut pada tanggal 10 Ramadhan abad ke-8 Hijriyah atau bertepatan dengan 8 Juni 632 M.
Rasulullah mudik ke Makkah dari Madinah diiringi 10 ribu muslim lainnya yang di dalamya juga turut masyarakat Makkah yang hijrah bersama Nabi ke Madinah. Pada saat itu, konteksnya memang bukan pulang kampung dalam rangka lebaran, tapi Fathu Mekkah atau Pembebasan Makkah.
Baca Juga: Rayakan Libur Idul Fitri, Ini 7 Spot Hang Out Baru di JakartaDilansir NU Online, Rasulullah mudik ke Makkah selama 19 hari. Dengan demikian Rasulullah dan para sahabatnya merayakan hari raya Idul Fitri ke-6 (puasa Ramadhan diwajibkan kepada umat Islam mulai abad ke-2 Hijriyah) di Makkah, di kampung halamannya.
Ketika ‘mudik’ tersebut, Rasulullah membuktikan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Beliau memaafkan semua musuh-musuh yang dulu menentang dakwah Islam.
Beliau juga menghancurkan semua berhala di area Ka’bah yang menjadi sesembahan warga Makkah. Total, ada 360 berhala yang dimusnahkan Rasulullah dan para sahabatnya, termasuk tiga berhala yang paling terkenal dan paling besar; Hubal, al-Latta, dan al-Uzza.
Baca Juga: Kapolri Sebut Program Mudik Gratis Dapat Mencegah KemacetanBerdasarkan kisah tersebut, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa mudik haruslah mendatangkan manfaat bagi kampung halaman. Menyejahterakan masyarakat, minimal berdakwah kepada keluarga di kampung halaman.
Mudik bukanlah ajang pamer kekayaan, tapi unjuk ketaatan kepada Allah Swt. Apalagi mudik dilakukan setelah muslimin menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh pada bulan Ramadhan.
Baca Juga: Bolehkah Berhubungan Suami Istri Saat Lebaran? Ini Kata Buya Yahya(zhd)