home wisata halal

Jadi Pusat Penelitian dan Konservasi, PUPR Tata Kebun Raya Bogor

Jum'at, 06 Mei 2022 - 11:05 WIB
Dengan fasilitas tersedia yang sudah dibangun, Taman Anggrek Bogor diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat konservasi tumbuhan, penelitian, dan layak menjadi tujuan wisata edukasi. Foto: PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan penataan bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor di Kota Bogor, Jawa Barat. PUPR bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ untuk pelestarian spesies di luar habitat alaminya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penataan Taman Anggrek Bogor tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi kelengkapan prasarana fisik dan keindahan lansekap ruang terbuka hijau publik, namun juga memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara pada kawasan perkotaan.

"Taman Anggrek di Kebun Raya Bogor tentunya akan menambah fasilitas yang sudah tersedia dengan baik. Harapannya juga akan menambah koleksi tanaman sebagai keanekaragaman hayati kita yang kaya,"kata Menteri Basuki dalam keterangannya belum lama ini.

Baca Juga:PUPR Targetkan Bendungan Penyuplai Air Baku di IKN Rampung Awal 2023

Pengembangan Taman Anggrek pada Kebun Raya Bogor menekankan pada pelaksanaan lima fungsi kebun raya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Dengan fasilitas tersedia yang sudah dibangun, Taman Anggrek Bogor diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pusat konservasi tumbuhan, penelitian, dan layak menjadi tujuan wisata edukasi.

Pada akhir 2019, Kementerian PUPR memulai penataan Taman Anggrek Bogor yang berada di kawasan Rumah Kaca Induk seluas 6.813 meter persegi dan Laboratorium Kultur Jaringan seluas 1.560 meter persegi.

Pekerjaan penataan bangunan sesuai kontrak dimulai sejak 18 Desember 2019 dan selesai pada 30 November 2020 oleh kontraktor PT Kemang Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp35,9 miliar dan Manajemen Konstruksi dilakukan oleh PT Elsadai Servo Cons-PT Bintang Perkasa Sejati (KSO) dengan nilai kontrak Rp1 miliar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kementerian pupr basuki hadimuljono konservasi kebun raya bogor penelitian
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya