Menag Yaqut: Silaturahim Pererat Ikatan Persaudaraan
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 07 Mei 2022 - 17:05 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Humas Kemenag
Merayakan Idul Fitri di kampung halaman di Rembang, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi semangat silaturahmi masyarakat Indonesia di tengah masa pemulihan pandemi Covid-19.
"Silaturahim ini menjadi kekuatan luar biasa Indonesia. Karena dengan saling bertemu langsung bisa meredakan ketegangan yang ada sekaligus mampu merekatkan ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. Kekayaan tradisi ini yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama-sama," ujar Menag Yaqut di kediamannya di Leteh, Kabupaten Rembang, Sabtu (7/5/2022).
Baca juga: Cek Aplikasi Ini Saat Silaturahmi dengan Kendaraan Pribadi
Yaqut menilai tradisi silaturahmi ini perlu terus ditumbuhkan di tengah perjuagan bangsa Indonesia bangkit dari pandemi Covid-19.
Silaturahim diyakini akan melahirkan sikap saling kesepahaman dan sinergisitas. Nilai-nilai positif ini pun menjadi keunggulan sekaligus keunikan yang tidak banyak dimiliki oleh bangsa lain.
"Saya mengajak utamanya para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk terus mengembangkan benih-benih silaturahim ini sejak dini kepada penerus bangsa. Saya sepenuhnya yakin hanya dengan bergandengan bersama, negara kita akan memiliki peradaban yang makin tinggi, cepat maju, sekaligus dihormati bangsa lain," terangnya.
"Silaturahim ini menjadi kekuatan luar biasa Indonesia. Karena dengan saling bertemu langsung bisa meredakan ketegangan yang ada sekaligus mampu merekatkan ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. Kekayaan tradisi ini yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama-sama," ujar Menag Yaqut di kediamannya di Leteh, Kabupaten Rembang, Sabtu (7/5/2022).
Baca juga: Cek Aplikasi Ini Saat Silaturahmi dengan Kendaraan Pribadi
Yaqut menilai tradisi silaturahmi ini perlu terus ditumbuhkan di tengah perjuagan bangsa Indonesia bangkit dari pandemi Covid-19.
Silaturahim diyakini akan melahirkan sikap saling kesepahaman dan sinergisitas. Nilai-nilai positif ini pun menjadi keunggulan sekaligus keunikan yang tidak banyak dimiliki oleh bangsa lain.
"Saya mengajak utamanya para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk terus mengembangkan benih-benih silaturahim ini sejak dini kepada penerus bangsa. Saya sepenuhnya yakin hanya dengan bergandengan bersama, negara kita akan memiliki peradaban yang makin tinggi, cepat maju, sekaligus dihormati bangsa lain," terangnya.