Dituding Ingkar Janji Soal Utang Chelsea, Begini Respons Abramovich
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 07 Mei 2022 - 23:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Roman Abramovich dilaporkan mengingkari janjinya terkait penjualan kepemilikan atas Chelsea. Kabar beredar jika penjualan Chelsea mandek lantaran Abramovich berubah pikiran soal janjinya mengabaikan utang sebesar 1,6 miliar poundsterling.
Saat ini, proses penjualan masih berlangsung dengan Todd Boehly dinyatakan sebagai penawar pilihan untuk membeli Chelsea. Pemilik klub bisbol LA Dodgers ini menjadi orang terdepan mengakuisisi The Blues setelah proses tawar-menawar yang berlangsung hampir dua bulan.
Bank Amerika Serikat, Raine Group, memberikan konsorsium Boehly periode eksklusivitas 5-7 hari untuk merampungkan pembelian Chelsea. Namun, sebuah masalah baru muncul di saat-saat terakhir.
The Times melaporkan jika Abramovich itu berubah sikap dengan janjinya yang semula tidak akan menuntut pelunasan pinjaman apapun. Sanksi Pemerintah Inggris kepada Abramovich menjadi salah satu alasan Abramovich mengabaikan utang Chelsea yang harus dilunasi ke perusahaan Camberley International Investments.
Namun, pihak Abramovich membantah hal tersebut. Taipan Rusia yang dikabarkan dekat dengan Presiden Vladimir Putin itu mengatakan sikap awalnya tidak berubah, termasuk harga yang dimintanya kepada calon pemilik baru Chelsea.
Baca Juga:Tampil Acak-acakan, Potret Roman Abramovich Viral
"Pertama, niat Mr Abramovich dalam kaitannya dengan pemberian hasil dari penjualan Chelsea untuk amal tidak berubah," bunyi pernyataan resmi dari Juru Bicara Abramovich, dikutip dari laman resmi Chelsea, Jumat (6/5/2022).
Saat ini, proses penjualan masih berlangsung dengan Todd Boehly dinyatakan sebagai penawar pilihan untuk membeli Chelsea. Pemilik klub bisbol LA Dodgers ini menjadi orang terdepan mengakuisisi The Blues setelah proses tawar-menawar yang berlangsung hampir dua bulan.
Bank Amerika Serikat, Raine Group, memberikan konsorsium Boehly periode eksklusivitas 5-7 hari untuk merampungkan pembelian Chelsea. Namun, sebuah masalah baru muncul di saat-saat terakhir.
The Times melaporkan jika Abramovich itu berubah sikap dengan janjinya yang semula tidak akan menuntut pelunasan pinjaman apapun. Sanksi Pemerintah Inggris kepada Abramovich menjadi salah satu alasan Abramovich mengabaikan utang Chelsea yang harus dilunasi ke perusahaan Camberley International Investments.
Namun, pihak Abramovich membantah hal tersebut. Taipan Rusia yang dikabarkan dekat dengan Presiden Vladimir Putin itu mengatakan sikap awalnya tidak berubah, termasuk harga yang dimintanya kepada calon pemilik baru Chelsea.
Baca Juga:Tampil Acak-acakan, Potret Roman Abramovich Viral
"Pertama, niat Mr Abramovich dalam kaitannya dengan pemberian hasil dari penjualan Chelsea untuk amal tidak berubah," bunyi pernyataan resmi dari Juru Bicara Abramovich, dikutip dari laman resmi Chelsea, Jumat (6/5/2022).