Tips Jaga Pola Makan Pasca Ramadhan
Redaksi
Senin, 09 Mei 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Puasa terbukti berdampak baik untuk kesehatan. Di antara dampak langsung puasa untuk kesehatan adalah teraturnya pola makan. Namun, pasca ramadhan pola makan kembali berubah tak seperti saat ramadhan.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh menyebut, Ramadan merupakan momen untuk menata pola makan dan pola hidup. Saat Ramadhan berakhir, perlu langkah transisi yang dapat dilakukan secara bertahap untuk menjaga pola makan yang baik. Langkah itu terdiri dari:
1. Jangan Lewatkan Sarapan
Sarapan amat penting terlebih sebelum memulai aktivitas. Sarapan dapat menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama sehingga terhindar dari nafsu makan berlebih. Lebih lanjut, Laili menganjurkan makanan sarapan sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak dan serat yang cukup.
2. Batasi Camilan Tinggi Kalori
“Tidak heran saat lebaran banyak sekali camilan, kue yang tinggi kalori. Bukan tidak boleh sama sekali, namun kita bisa membatasi konsumsi camilan/kue lebaran yang disajikan,” ungkap Laili, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (9/5/2022).
Ia menjelaskan bahwa akan lebih baik jika memperbanyak konsumsi makanan rendah kalori namun kaya akan serat seperti sayur dan buah-buahan. Beberapa rekomendasi Laili antara lain buah melon, semangka, pepaya, dan jeruk karena mengandung indeks glikemiks rendah, serta memiliki banyak air dan serat.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh menyebut, Ramadan merupakan momen untuk menata pola makan dan pola hidup. Saat Ramadhan berakhir, perlu langkah transisi yang dapat dilakukan secara bertahap untuk menjaga pola makan yang baik. Langkah itu terdiri dari:
1. Jangan Lewatkan Sarapan
Sarapan amat penting terlebih sebelum memulai aktivitas. Sarapan dapat menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama sehingga terhindar dari nafsu makan berlebih. Lebih lanjut, Laili menganjurkan makanan sarapan sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak dan serat yang cukup.
2. Batasi Camilan Tinggi Kalori
“Tidak heran saat lebaran banyak sekali camilan, kue yang tinggi kalori. Bukan tidak boleh sama sekali, namun kita bisa membatasi konsumsi camilan/kue lebaran yang disajikan,” ungkap Laili, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (9/5/2022).
Ia menjelaskan bahwa akan lebih baik jika memperbanyak konsumsi makanan rendah kalori namun kaya akan serat seperti sayur dan buah-buahan. Beberapa rekomendasi Laili antara lain buah melon, semangka, pepaya, dan jeruk karena mengandung indeks glikemiks rendah, serta memiliki banyak air dan serat.