Menyeimbangkan pH Tubuh dengan Air Zamzam dan Berpuasa
Ahmad zuhdi
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:00 WIB
ilustrasi air dan kurma untuk berbuka puasa (foto: langit7.id/istock)
Agar tetap sehat potensial hidrogen (pH) dalam tubuh harus selalu terjaga berada di rentang yang ideal. Kondisi pH dalam tubuh harus seimbang, yakni tidak terlalu asam atau terlalu basa karena organ-organ tubuh hanya berfungsi pada kondisi pH tertentu.
Apabila pH tidak seimbang, maka asam akibat penyimpanan dan produksi asam terlalu banyak. Hal ini menyebabkan beberapa gejala umum seperti mual dan muntah, kebingungan, sakit kepala, sulit bernapas (napas pendek dan cepat), sangat mudah lelah, sakit kuning (kulit dan bagian putih mata berubah menguning), peningkatan denyut jantung, nafsu makan berkurang, napas berbau khas asam buah-buahan, menandakan terjadinya ketoasidosis dan mudah mengantuk.
Sementara jika pH tubuh mengalami kenaikan dari batas idealnya, sifat darah cenderung lebih basa. Hal ini akan mengganggu keseimbangan mineral kalium dalam tubuh dan kalsium darah. Kondisi peningkatan kadar basa dikenal dengan istilah alkalosis.
Adapun gejala yang timbul akibat alkalosis dapat bervariasi. Dalam jangka pendek, cairan tubuh yang terlalu basa dapat menyebabkan mual, kram dan nyeri otot, otot kedutan, tangan tremor, pingsan, serta sensasi mati rasa di sekitar wajah, tangan dan kaki.
Jika tidak diatasi atau dibiarkan bertambah parah, alkalosis dapat menyebabkan pusing, detak jantung tidak teratur (aritmia), kesulitan bernapas, merasa kebingungan, kesulitan memproses informasi (stupor), bahkan koma.
Sebenarnya jika kondisi asam/asidosis ini sudah melanda, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, di antaranya sebagai berikut:
1. Mengonsumsi Air yang Baik
Apabila pH tidak seimbang, maka asam akibat penyimpanan dan produksi asam terlalu banyak. Hal ini menyebabkan beberapa gejala umum seperti mual dan muntah, kebingungan, sakit kepala, sulit bernapas (napas pendek dan cepat), sangat mudah lelah, sakit kuning (kulit dan bagian putih mata berubah menguning), peningkatan denyut jantung, nafsu makan berkurang, napas berbau khas asam buah-buahan, menandakan terjadinya ketoasidosis dan mudah mengantuk.
Sementara jika pH tubuh mengalami kenaikan dari batas idealnya, sifat darah cenderung lebih basa. Hal ini akan mengganggu keseimbangan mineral kalium dalam tubuh dan kalsium darah. Kondisi peningkatan kadar basa dikenal dengan istilah alkalosis.
Adapun gejala yang timbul akibat alkalosis dapat bervariasi. Dalam jangka pendek, cairan tubuh yang terlalu basa dapat menyebabkan mual, kram dan nyeri otot, otot kedutan, tangan tremor, pingsan, serta sensasi mati rasa di sekitar wajah, tangan dan kaki.
Jika tidak diatasi atau dibiarkan bertambah parah, alkalosis dapat menyebabkan pusing, detak jantung tidak teratur (aritmia), kesulitan bernapas, merasa kebingungan, kesulitan memproses informasi (stupor), bahkan koma.
Sebenarnya jika kondisi asam/asidosis ini sudah melanda, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, di antaranya sebagai berikut:
1. Mengonsumsi Air yang Baik