Soal Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera, Forjim: Israel Harus Diseret ke ICC
Fajar adhitya
Kamis, 12 Mei 2022 - 23:38 WIB
Forjim mendesak agar segera dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan independen. Siapapun yang terlibat harus dimintai pertanggung jawaban. Foto: Istimewa.
Forum Jurnalis Muslim (Forjim), sebuah organisasi jurnalis muslim di Indonesia, mengecam keras sekaligus mengutuk kebiadaban tentara Zionis Israel yang telah menargetkan dan membunuh dengan sengaja jurnalis televisi Al Jazeera pada Rabu (11/5/2022) pagi.
Forjim mendukung langkah Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) yang akan menambahkan kasus penembakan terhadap Shireen ini ke pengaduan ICC (Mahkamah Pidana Internasional) yang diajukan IFJ.
"Forjim mengutuk keras pembunuhan terhadap Shireen dan meminta pasukan penjajah Israel untuk bertanggung jawab atas aksi mereka yang disengaja itu," kata Sekretaris Umum Forjim Shodiq Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/5/2022).
Baca Juga:Tentara Israel Tembak Mati Wartawan Al-Jazeera Saat Bertugas di Palestina
Pembunuhan terhadap Shireen, jurnalis senior yang menggunakan rompi pers yang dapat diidentifikasi dengan jelas, diduga merupakan serangan yang disengaja dan sistematis.
Karena itu, lanjut Shodiq, Forjim mendesak agar segera dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan independen. Siapapun yang terlibat harus dimintai pertanggung jawaban. "Kematian Shireen adalah penghinaan terhadap kemerdekaan pers di mana saja," ujarnya.
Senada, Direktur Eksekutif Forjim Robigusta Suryanto menambahkan, pihaknya berharap pemerintah Indonesia turut mengambil langkah-langkah serius dalam kasus ini.
Forjim mendukung langkah Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) yang akan menambahkan kasus penembakan terhadap Shireen ini ke pengaduan ICC (Mahkamah Pidana Internasional) yang diajukan IFJ.
"Forjim mengutuk keras pembunuhan terhadap Shireen dan meminta pasukan penjajah Israel untuk bertanggung jawab atas aksi mereka yang disengaja itu," kata Sekretaris Umum Forjim Shodiq Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/5/2022).
Baca Juga:Tentara Israel Tembak Mati Wartawan Al-Jazeera Saat Bertugas di Palestina
Pembunuhan terhadap Shireen, jurnalis senior yang menggunakan rompi pers yang dapat diidentifikasi dengan jelas, diduga merupakan serangan yang disengaja dan sistematis.
Karena itu, lanjut Shodiq, Forjim mendesak agar segera dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan independen. Siapapun yang terlibat harus dimintai pertanggung jawaban. "Kematian Shireen adalah penghinaan terhadap kemerdekaan pers di mana saja," ujarnya.
Senada, Direktur Eksekutif Forjim Robigusta Suryanto menambahkan, pihaknya berharap pemerintah Indonesia turut mengambil langkah-langkah serius dalam kasus ini.