Long Distance Marriage Boleh Dilakukan, tapi Ada Batasnya
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 16 Mei 2022 - 13:07 WIB
Ilustrasi long distance marriage. Foto: Langit7/iStock
Pernikahan berarti mengikat kedua pasangan untuk komitmen hidup bersama dalam satu atap. Namun, terkadang ada suatu kondisi yang tentunya tidak direncanakan mengharuskan kedua pasangan tersebut untuk LDR.
Long distance marriage (LDM) merupakan hubungan jarak jauh yang dijalani pasangan suami istri lantaran menempuh studi atau pekerjaan.
Baca juga: Survei Ideas: Perceraian Meningkat, Pernikahan Menurun
Ustadz Salim A. Fillah mengatakan selama-lamanya LDM itu maksimal empat bulan. Jadi, tambahnya jika bisa, Anda harus menyiapkan uang untuk dapat saling bertemu maksimal empat bulan sekali maksimal.
"Ini tentang fikihnya, menurut Sayydina Umat Bin Khattab maksimalnya empat bulan sekali," ujar Ustadz Salim dikutip dari kanal YouTube Pro-You Channel, Senin (16/5/2022).
Selanjutnya, ia berkata dalam pertemuan tersebut usahakan waktunya berkualitas, mulai dari familly time hingga couple time-nya.
"Jangan sampai, sudah jarang bertemu tetapi saat bertemu kita melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Misal sibuk dengan gadget masing-masing, urusan masing-masing bahkan sibuk dengan kelelahan masing-masing. Jangan sampai seperti itu," ucapnya.
Long distance marriage (LDM) merupakan hubungan jarak jauh yang dijalani pasangan suami istri lantaran menempuh studi atau pekerjaan.
Baca juga: Survei Ideas: Perceraian Meningkat, Pernikahan Menurun
Ustadz Salim A. Fillah mengatakan selama-lamanya LDM itu maksimal empat bulan. Jadi, tambahnya jika bisa, Anda harus menyiapkan uang untuk dapat saling bertemu maksimal empat bulan sekali maksimal.
"Ini tentang fikihnya, menurut Sayydina Umat Bin Khattab maksimalnya empat bulan sekali," ujar Ustadz Salim dikutip dari kanal YouTube Pro-You Channel, Senin (16/5/2022).
Selanjutnya, ia berkata dalam pertemuan tersebut usahakan waktunya berkualitas, mulai dari familly time hingga couple time-nya.
"Jangan sampai, sudah jarang bertemu tetapi saat bertemu kita melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Misal sibuk dengan gadget masing-masing, urusan masing-masing bahkan sibuk dengan kelelahan masing-masing. Jangan sampai seperti itu," ucapnya.