Menkominfo: Peralihan Teknologi 5G Membuka 4,6 Juta Pekerjaan Baru
Priyo Setyawan
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:33 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate saat membuka Talkshow Digital Expert yang bertajuk Unpacking The Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Masa Depan. (Foto dok Humas UGM)
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan teknologi informasi dan komunikasi merupakan tulang punggung dalam pengembangan teknologi digital dalam menjawab tantangan kekinian.
Bila sebelumnya teknologi jaringan 2G sebatas kemampuan teknologi pada telepon genggam bergerak, lalu hadir teknologi 3G menghubungkan telepon genggam ke internet. Setelah itu digantikan 4G yang memberikan layanan broadband dan komputer pada genggaman.
“Kini masuk ke era jaringan 5G yang memiliki kecepatan dan kualitas internet lebih tinggi, latensi yang lebih rendah dan konsums-u energi lebih efisien,” katanya saat membuka Talkshow Digital Expert yang bertajuk Unpacking The Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Masa Depan, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu (18/5/2022).
Baca juga:Pangkas Blank Spot, Pemprov Kalteng Bangun 302 BTS
Johny menjelaskan teknologi 5G di tanah air dibangun secara bertahap yang saat ini sudah tersedia di 13 kota di Indonesia. Adanya pengalihan siaran TV analog ke digital pada november tahun ini serta alokasi frekuensi 700 MHz, diharapkan memperluas pemanfaatan teknologi 5G.
“Diproyeksikan peralihan ke 5G pemanfaatan spektrum 700 MHz akan memberikan manfaat dengan penciptaan 4,6 juta pekerjaan baru di bidang 5G dan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 784 triliun dalam tahun 2030,” jelasnya.
Mengenai infrastruktur digital, Kominfo mendorong percepatan pembangunan pembangunan jaringan fiber optik yang saat ini panjangnya mencapai 459 ribu kilometer disamping proyek pembangunan palapa ring untuk menghubungkan konektivitas antar pulau di Indonesia.
Bila sebelumnya teknologi jaringan 2G sebatas kemampuan teknologi pada telepon genggam bergerak, lalu hadir teknologi 3G menghubungkan telepon genggam ke internet. Setelah itu digantikan 4G yang memberikan layanan broadband dan komputer pada genggaman.
“Kini masuk ke era jaringan 5G yang memiliki kecepatan dan kualitas internet lebih tinggi, latensi yang lebih rendah dan konsums-u energi lebih efisien,” katanya saat membuka Talkshow Digital Expert yang bertajuk Unpacking The Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Masa Depan, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Rabu (18/5/2022).
Baca juga:Pangkas Blank Spot, Pemprov Kalteng Bangun 302 BTS
Johny menjelaskan teknologi 5G di tanah air dibangun secara bertahap yang saat ini sudah tersedia di 13 kota di Indonesia. Adanya pengalihan siaran TV analog ke digital pada november tahun ini serta alokasi frekuensi 700 MHz, diharapkan memperluas pemanfaatan teknologi 5G.
“Diproyeksikan peralihan ke 5G pemanfaatan spektrum 700 MHz akan memberikan manfaat dengan penciptaan 4,6 juta pekerjaan baru di bidang 5G dan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 784 triliun dalam tahun 2030,” jelasnya.
Mengenai infrastruktur digital, Kominfo mendorong percepatan pembangunan pembangunan jaringan fiber optik yang saat ini panjangnya mencapai 459 ribu kilometer disamping proyek pembangunan palapa ring untuk menghubungkan konektivitas antar pulau di Indonesia.