UAS Jawab Tuduhan Ekstremis dari Pemerintah Singapura
Muhajirin
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:57 WIB
Ustaz Abdul Somad (foto: Antara)
Ustaz Abdul Somad menjawab tuduhan pemerintahSingapura yang menyebutnya ekstremis dan segregasi atau pemecah belah. UAS menegaskan, dirinya bersama keluarga datang ke Singapura sebagai wisatawan, bukan untuk berceramah apalagi kegiatan politik.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura, UAS dituding mendakwahkan bom bunuh diri, menyebut patung saling dihuni jin, dan menyebut non-muslim sebagai kafir. UAS menjelaskan, ceramah tentang istisyhadiyah atau gerakan mati syahid sudah diklarifikasi 6 tahun lalu.
Saat itu, UAS tengah menjawab pertanyaan salah seorang jamaah tentang konfik Israel-Palestina. Nah, gerakan mati syahid itu bersifat khusus di suatu daerah perang saja, jika umat Islam dalam keadaan tertindas dan dalam kondisi lemah.
Baca Juga: UAS Pantang Berhenti Khotbah Meski Dianggap Ekstremis
"Hanya khusus di Palestina, bahwa kaum muslimin dalam keadaan lemah tidak ada cara lain, itu pun mengutip fatwa para ulama, bukan fatwa UAS," kata Ustaz Abdul Somad di kanal YouTube Karni Ilyas, Rabu (18/5/2022) malam.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura, UAS dituding mendakwahkan bom bunuh diri, menyebut patung saling dihuni jin, dan menyebut non-muslim sebagai kafir. UAS menjelaskan, ceramah tentang istisyhadiyah atau gerakan mati syahid sudah diklarifikasi 6 tahun lalu.
Saat itu, UAS tengah menjawab pertanyaan salah seorang jamaah tentang konfik Israel-Palestina. Nah, gerakan mati syahid itu bersifat khusus di suatu daerah perang saja, jika umat Islam dalam keadaan tertindas dan dalam kondisi lemah.
Baca Juga: UAS Pantang Berhenti Khotbah Meski Dianggap Ekstremis
"Hanya khusus di Palestina, bahwa kaum muslimin dalam keadaan lemah tidak ada cara lain, itu pun mengutip fatwa para ulama, bukan fatwa UAS," kata Ustaz Abdul Somad di kanal YouTube Karni Ilyas, Rabu (18/5/2022) malam.