Kenapa Milenial Harus Menabung untuk Haji Selagi Muda?
Muhajirin
Jum'at, 20 Mei 2022 - 16:29 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Masih banyak anggapan menunaikan ibadah haji dapat dilakukan nanti saja kalau sudah tua. Padahal, pada usia senja ada banyak kendala yang justru dapat dihadapi, seperti kondisi kesehatan yang sudah tidak prima.
Rangkaian ibadah haji itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kondisi fisik yang mumpuni agar bisa menjalani dengan khusyuk. Salah satu penyebab mengapa ibadah haji cenderung dilakukan saat tua adalah besarnya biaya yang perlu dikumpulkan sehingga harus menunggu mapan.
Ongkos naik haji memang tidak murah dan sudah mencapai lebih dari Rp40 juta. Bagi kaum milenial angka itu tentu tidak sedikit. Untuk mengatasi itu, pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan program dinamakan Gerakan MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda).
Baca Juga: Pahami 5 Rukun Haji, Terlewat 1 Saja Ibadah Dianggap Tak Sah
Nah, melalui gerakan itu, milenial bisa mendaftar haji sejak sekarang. Itu karena daftar tunggu pemberangkatan haji mencapai 20 tahun. Ada yang mencapai 30 tahun lebih seperti di Kalimantan Selatan.
Rangkaian ibadah haji itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kondisi fisik yang mumpuni agar bisa menjalani dengan khusyuk. Salah satu penyebab mengapa ibadah haji cenderung dilakukan saat tua adalah besarnya biaya yang perlu dikumpulkan sehingga harus menunggu mapan.
Ongkos naik haji memang tidak murah dan sudah mencapai lebih dari Rp40 juta. Bagi kaum milenial angka itu tentu tidak sedikit. Untuk mengatasi itu, pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan program dinamakan Gerakan MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda).
Baca Juga: Pahami 5 Rukun Haji, Terlewat 1 Saja Ibadah Dianggap Tak Sah
Nah, melalui gerakan itu, milenial bisa mendaftar haji sejak sekarang. Itu karena daftar tunggu pemberangkatan haji mencapai 20 tahun. Ada yang mencapai 30 tahun lebih seperti di Kalimantan Selatan.