LANGIT7.ID, Jakarta - Masih banyak anggapan menunaikan
ibadah haji dapat dilakukan nanti saja kalau sudah tua. Padahal, pada usia senja ada banyak kendala yang justru dapat dihadapi, seperti kondisi kesehatan yang sudah tidak prima.
Rangkaian ibadah haji itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kondisi fisik yang mumpuni agar bisa menjalani dengan khusyuk. Salah satu penyebab mengapa ibadah haji cenderung dilakukan saat tua adalah besarnya biaya yang perlu dikumpulkan sehingga harus menunggu mapan.
Ongkos naik haji memang tidak murah dan sudah mencapai lebih dari Rp40 juta. Bagi kaum milenial angka itu tentu tidak sedikit. Untuk mengatasi itu, pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan program dinamakan Gerakan MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda).
Baca Juga: Pahami 5 Rukun Haji, Terlewat 1 Saja Ibadah Dianggap Tak Sah
Nah, melalui gerakan itu, milenial bisa mendaftar haji sejak sekarang. Itu karena daftar tunggu pemberangkatan haji mencapai 20 tahun. Ada yang mencapai 30 tahun lebih seperti di Kalimantan Selatan.
Youtuber Sasanti di kanal YouTube-nya Shining Sayn menjelaskan, untuk daftar haji seseorang harus menyiapkan Rp25 juta di saldo rekening sebagai DP. Setelah menyetor ke Bank bisa daftar ke Kementerian Agama. Dari situ akan diberikan nomor antrian berangkat haji.
Misal mulai daftar tahun ini, maka paling tidak berangkat pada 2040 kemudian. Bayangkan jika usia anda saat ini 25 tahun, maka anda akan berangkat haji pada usia 45 tahun. Itu kalau mendaftar saat berusia 20-an tahun. Bagaimana kalau 30-an tahun?.
"Hitung umur anda berapa sekarang? maka milenial harus sadar nabung haji mulai sekarang. Karena kita ingin ibadah kita di sana diberikan kelancaran dan kenyamanan. Kasihan jamaah haji yang tua, kecapean, mereka tidak kuat jalan jauh, apalagi harus berdesak-desakan," kata Sasanti, dikutip Jumat (20/5/2022).
(jqf)