Gen Z Sulit Menabung, Ini Penyebabnya
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:02 WIB
Dua remaja perempuan yang membawa kantong belanjaan. Foto: Langit7/iStock
Pengaruh iklan gaya hidup yang glamor ditambah dengan adanya media sosial menjadi penyebab mengapa generasi Z sulit untuk menabung. Hal ini diungkapkan langsung oleh pengamat sosial Puji Qomariyah.
"Gaya hidup atau lifestyle kita ini banyak bercermin pada industri. Iklan gaya hidup sangat berpengaruh luar biasa dalam kehidupan anak muda saat ini atau generasi z," ujar Puji saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Baca juga: Akrab Medsos, Gen Z dan Milenial Mudah Terkena Penyakit Mental
Menurut dia, budaya yang berbasis selebriti mempunyai pengaruh luar biasa besar dalam pembentukan identitas para konsumen yang kontemporer ini. Terutama anak-anak muda, mereka banyak menjadikan selebriti sebagai trend setter.
"Anak-anak sekarang itu hidup tidak terlepas dari pengaruh iklan dan media sosial. Jadi mereka meniru budaya yang berbasis selebriti yang terkenal glamor dan menggunakan barang-barang bermerek," ucapnya.
"Sehingga mereka tidak lagi berpikir untuk menabung, kalaupun menabung tentu tujuannya untuk membeli barang-barang bermerek tersebut," lanjut dia.
Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini lalu memberikan contoh soal skripsi yang dibuatnya tentang alokasi gaji dari para pramuniaga perempuan, sederhana gaji mereka diperuntukkan untuk apa.
"Gaya hidup atau lifestyle kita ini banyak bercermin pada industri. Iklan gaya hidup sangat berpengaruh luar biasa dalam kehidupan anak muda saat ini atau generasi z," ujar Puji saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Baca juga: Akrab Medsos, Gen Z dan Milenial Mudah Terkena Penyakit Mental
Menurut dia, budaya yang berbasis selebriti mempunyai pengaruh luar biasa besar dalam pembentukan identitas para konsumen yang kontemporer ini. Terutama anak-anak muda, mereka banyak menjadikan selebriti sebagai trend setter.
"Anak-anak sekarang itu hidup tidak terlepas dari pengaruh iklan dan media sosial. Jadi mereka meniru budaya yang berbasis selebriti yang terkenal glamor dan menggunakan barang-barang bermerek," ucapnya.
"Sehingga mereka tidak lagi berpikir untuk menabung, kalaupun menabung tentu tujuannya untuk membeli barang-barang bermerek tersebut," lanjut dia.
Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini lalu memberikan contoh soal skripsi yang dibuatnya tentang alokasi gaji dari para pramuniaga perempuan, sederhana gaji mereka diperuntukkan untuk apa.