Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Gen Z Sulit Menabung, Ini Penyebabnya

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:02 WIB
Gen Z Sulit Menabung, Ini Penyebabnya
Dua remaja perempuan yang membawa kantong belanjaan. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengaruh iklan gaya hidup yang glamor ditambah dengan adanya media sosial menjadi penyebab mengapa generasi Z sulit untuk menabung. Hal ini diungkapkan langsung oleh pengamat sosial Puji Qomariyah.

"Gaya hidup atau lifestyle kita ini banyak bercermin pada industri. Iklan gaya hidup sangat berpengaruh luar biasa dalam kehidupan anak muda saat ini atau generasi z," ujar Puji saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.

Baca juga: Akrab Medsos, Gen Z dan Milenial Mudah Terkena Penyakit Mental

Menurut dia, budaya yang berbasis selebriti mempunyai pengaruh luar biasa besar dalam pembentukan identitas para konsumen yang kontemporer ini. Terutama anak-anak muda, mereka banyak menjadikan selebriti sebagai trend setter.

"Anak-anak sekarang itu hidup tidak terlepas dari pengaruh iklan dan media sosial. Jadi mereka meniru budaya yang berbasis selebriti yang terkenal glamor dan menggunakan barang-barang bermerek," ucapnya.

"Sehingga mereka tidak lagi berpikir untuk menabung, kalaupun menabung tentu tujuannya untuk membeli barang-barang bermerek tersebut," lanjut dia.

Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini lalu memberikan contoh soal skripsi yang dibuatnya tentang alokasi gaji dari para pramuniaga perempuan, sederhana gaji mereka diperuntukkan untuk apa.

Dalam penemuannya, Puji mengatakan salah satu pengeluaran yang paling besar dari gaji mereka itu digunakan untuk fashion. Diantaranya adalah pergi ke salon, untuk membeli sepatu, alat make up dan baju.

"Nah, sebagai besar perempuan membelanjakan gajinya untuk hal tersebut. Apakah ada yang menabung? Ada, tetapi presentasinya sangat kecil," katanya.

Lebih lanjut, alumni Universitas Gadjah Mada ini menuturkan anak-anak sekarang sangat subsisten. Mereka belum punya penghasilan saja sudah memiliki handphone dengan merek mahal, baju, sepatu, dan lainnya.

Baca juga: Awal Sindrom Fomo, Pengamat Sosial: Berasal dari Didikan Orang Tua

Dari mana semua ini? Perilaku mendapatkan fasilitas yang lebih ini sangat berpengaruh. Ketika orang tuanya mampu memberikan, mereka tidak akan lagi berpikir bagaimana susahnya mencari uang. Dan ketika mereka telah berpenghasilan, ia tidak akan lagi berpikir tentang jangka panjang, pikirannya hanya jangka pendek.

"Terpenting bisa mengikuti tren, itu yang dipikirkan sehingga kecenderungan untuk menabung atau berpikir masa depan sangatlah kecil," pungkas Puji.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)