Makna Ucapan Talbiyah saat Haji, Labbaik Allahumma Labbaik
Mahmuda attar hussein
Ahad, 22 Mei 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi berhaji saat tawaf mengitari Kakbah. (Foto: Istimewa).
Ucapan talbiyah 'labbaik Allahumma labbaik' berasal dari Nabi SAW. Kalimat tersebut diucapkan ketika Rasulullah hendak berhaji atau umrah ke Tanah Suci Mekkah.
Hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, Rasulullah melafalkan: "Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan niāmata laka wal mulk laa syarika lak."
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
Baca Juga:Bacaan Niat Haji sesuai Sunnah dan Kapan Waktu Dilafalkannya
Lafazh talbiyah diucapkan berulang kali. Bacaan tersebut bagian dari syiar haji atau umrah. Jumhur atau mayoritas ulama menilai bahwa hukum ucapan talbiyah adalah sunnah muakkad.
Bagi jemaah laki-laki, ucapan talbiyah disunnah dibaca dengan keras. Sementara kaum perempuan diminta tidak mengeraskannya, kecuali untuk didengar teman di sampingnya.
Kalimat talbiyah diucapkan ketika ihram haji atau umrah. Akhir waktunya untuk umrah saat akan memulai thawaf. Sedangkan untuk haji, ucapan talbiyah berhenti ketika melempar jumrah aqobah pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah).
Hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, Rasulullah melafalkan: "Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan niāmata laka wal mulk laa syarika lak."
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
Baca Juga:Bacaan Niat Haji sesuai Sunnah dan Kapan Waktu Dilafalkannya
Lafazh talbiyah diucapkan berulang kali. Bacaan tersebut bagian dari syiar haji atau umrah. Jumhur atau mayoritas ulama menilai bahwa hukum ucapan talbiyah adalah sunnah muakkad.
Bagi jemaah laki-laki, ucapan talbiyah disunnah dibaca dengan keras. Sementara kaum perempuan diminta tidak mengeraskannya, kecuali untuk didengar teman di sampingnya.
Kalimat talbiyah diucapkan ketika ihram haji atau umrah. Akhir waktunya untuk umrah saat akan memulai thawaf. Sedangkan untuk haji, ucapan talbiyah berhenti ketika melempar jumrah aqobah pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah).
(bal)