Pemerintah Cabut Larangan Eskpor CPO, Ini Tiga Alasannya
Ummu hani
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:35 WIB
Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Langit7.id/iStock)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kembali ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan bahan baku minyak goreng mulai, Senin (23/5/2022). Keputusan tersebut dilandasai pasokan minyak goreng dan harga saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang yang berkutat di industri sawit.
Diketahui sebelumnya, pemerintah melarang ekspor sementara sejak 28 April 2022.Kebijakan itu tertuang dalam Permendag Nomor 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO dan Turunannya.
Baca Juga:Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan
Lantas apa saja faktor pencabutan larangan ekspor CPO? Berikut ini penjelasannya.
1. Harga Minyak Mulai Turun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan sejak kebijakan pelarangan ekspor sementara seluruh produk CPO dan turunannya pada April lalu, pasokan minyak goreng curah mencapai 211.638,65 ton per bulan atau melebihi kebutuhan bulanan nasional yaitu sebesar 194.634 ton per bulan.
"Kebijakan tersebut juga berdampak terhadap harga minyak goreng curah yang menurun dari Rp19.800 per liter menjadi Rp17.200 hingga Rp17.600 per liter," ujarnya dalam siaran pers.
Diketahui sebelumnya, pemerintah melarang ekspor sementara sejak 28 April 2022.Kebijakan itu tertuang dalam Permendag Nomor 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO dan Turunannya.
Baca Juga:Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan
Lantas apa saja faktor pencabutan larangan ekspor CPO? Berikut ini penjelasannya.
1. Harga Minyak Mulai Turun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan sejak kebijakan pelarangan ekspor sementara seluruh produk CPO dan turunannya pada April lalu, pasokan minyak goreng curah mencapai 211.638,65 ton per bulan atau melebihi kebutuhan bulanan nasional yaitu sebesar 194.634 ton per bulan.
"Kebijakan tersebut juga berdampak terhadap harga minyak goreng curah yang menurun dari Rp19.800 per liter menjadi Rp17.200 hingga Rp17.600 per liter," ujarnya dalam siaran pers.