home lifestyle muslim

Ini Proses Ta'aruf yang Baik dan Benar, Bukan Memilih Kucing dalam Karung

Kamis, 26 Mei 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Belakangan di media sosial tak sedikit kalangan yang meragukan ta'aruf sebagai proses menuju pernikahan. Karena satu dua kasus gagalnya pernikahan melalui ta'aruf, ia diragukan sebagai tahap yang bisa melanggengkan rumah tangga.

Sebagian orang menyebut ta'aruf tak cukup untuk bisa mengenal calon pasangan. Mereka menyimpulkan kalau pacaran masih diperlukan untuk mengenal pasangan lebih dalam.

Founder Ngaji Jodoh, Ustadz Oki Aryono, menegaskan, ta'aruf yang baik dan benar berlawanan justru akan lebih efektif untuk mengenal pasangan ketimbang pacaran. Selain itu, ta'aruf dilakukan dalam rangka menjauhkan diri dari mendekati zina yang bisa muncul dari pacaran.

Baca Juga: Melacak Tren Positif Ta'aruf di Indonesia, Antitesis dari Pacaran



"Karena pria dan wanita -jika bukan mahram- dilarang berduaan, karena itu mendekati zina. Silahkan cari ayat terkait ini dan hadits termaksud. Jangankan di luar rumah, di dalam rumah orang tua sendiri pun dilarang berduaan. Jangankan dengan pacar atau wanita lain, berduaan dengan saudara ipar (lawan jenis) pun dilarang," kata Oki kepada LANGIT7.ID, Rabu (25/5/2022).

Dalam proses taaruf, cara berkenalan pun diperantarai seseorang yang dianggap paham agama. Perantara bisa seorang ustadz atau para senior di dalam organisasi. Proses taaruf juga ada batas waktu yang jelas, misal jarak antara pertama ketemu hingga meminang tidak lebih dar 2-3 bulan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pernikahan khitbah taaruf
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya