Pindang Tetel, Kuliner Tradisonal Khas Pekalongan yang Mirip Rawon
Hasanah syakim
Jum'at, 27 Mei 2022 - 20:27 WIB
Pindang Tetel sekilas mirip dengan Rawon (foto: istimewa)
Pindang Tetel merupakan salah satu hidangan khas Pekalongan yang penampilannya sekilas mirip dengan rawon, kuliner khas Surabaya. Meski dari sisi cita rasa berbeda, namun keduanya sama-sama menggunakan kluwak sebagai campuran bumbunya.
Pindang Tetel berasal dari Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan yang menjadikan kuliner ini mudah ditemukan di berbagai titik di Pekalongan. Biasanyaa Pindang Tetel disajikan dengan kerupuk usek atau kerupuk pasir dengan warna putih atau merah jambu.
Meski namanya pindang, namun kuliner ini berbahan dasar daging sapi dan bukan terbuat dari bahan dasar pindang atau ikan.
Baca juga:Cicipi Kuliner Khas Betawi, Si Cantik Putu Mayang
Penamaan Pindang Tetel ini merupakan sebuah sinkatan dari paling enak daging tetel, seiring waktu berjalan dalam perkembangannya Pindang tetel ini tak hanya menyajikan tetelan saja tetapi daging dan juga jeroan.
Para pedagang di Pekalongan biasanya menjual Pindang Tetel dengan menu pendamping lainnya seperti kerupuk usek, kluban atau sejenis urab yang dicampurkan dengan Pindang Tetel sehingga sajian kuliner tersebut terlihat lebih segar dan lebih sehat.
Tak hanya itu, para pedagang juga biasanya menjual Bothok atau sejenis lodeh tahu yang kaya akan rasa, makanan ini biasanya menjadi menu pilihan lain bagi yang sedang tak ingin mengkonsumsi daging.
Pindang Tetel berasal dari Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan yang menjadikan kuliner ini mudah ditemukan di berbagai titik di Pekalongan. Biasanyaa Pindang Tetel disajikan dengan kerupuk usek atau kerupuk pasir dengan warna putih atau merah jambu.
Meski namanya pindang, namun kuliner ini berbahan dasar daging sapi dan bukan terbuat dari bahan dasar pindang atau ikan.
Baca juga:Cicipi Kuliner Khas Betawi, Si Cantik Putu Mayang
Penamaan Pindang Tetel ini merupakan sebuah sinkatan dari paling enak daging tetel, seiring waktu berjalan dalam perkembangannya Pindang tetel ini tak hanya menyajikan tetelan saja tetapi daging dan juga jeroan.
Para pedagang di Pekalongan biasanya menjual Pindang Tetel dengan menu pendamping lainnya seperti kerupuk usek, kluban atau sejenis urab yang dicampurkan dengan Pindang Tetel sehingga sajian kuliner tersebut terlihat lebih segar dan lebih sehat.
Tak hanya itu, para pedagang juga biasanya menjual Bothok atau sejenis lodeh tahu yang kaya akan rasa, makanan ini biasanya menjadi menu pilihan lain bagi yang sedang tak ingin mengkonsumsi daging.