Berkendara saat Musim Hujan, Cegah Aquaplanning dengan Cara Ini
Ummu hani
Senin, 30 Mei 2022 - 17:43 WIB
Ilustrasi mengendarai sepeda motor saat musim hujan. (Foto: Langit7.id/iStock)
Kondisi cuaca akhir-akhi ini sedang mengalami musim pancaroba. Menjelang akhir Mei 2022, sejumlah wilayah di Indonesia diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras dalam durasi yang cukup lama.
Hal tersebut menyebabkan jalanan menjadi basah dan licin. Kondisi ini tentu membahayakan para pengguna jalan, terutama bagi para pengendara sepeda motor.
Baca Juga:Tak Ingin Berurusan dengan Hukum, Yuk Jaga Emosi Saat Berkendara
Adanya genangan air akibat lubang dijalanan berpotensi menyebabkan aquaplanning. Selain itu, kondisi pengendara yang kurang sigap melakukan pengereman juga berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan saat berkendara dalam kondisi hujan.
Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan aquaplanning merupakan salah satu kondisi slip akibat cengkraman ban berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya lapisan film air yang berada diantara telapak ban dan permukaan jalan.
"Motor yang mengalami aquaplanning berpotensi kecelakaan dan kemungkinan akan membahayakan pengendara lainnya. Karena itu, pengemudi harus lebih memerhatikan beberapa hal sebelum berkendara," kata Jusri, dalam keterangan resminya kepada Langit7.id, Senin (30/5/2022).
Untuk menghindari aquaplanning, Jusri mengatakan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. Salah satunya seperti ketebalan ban tidak boleh kurang dari 2 hingga 4 mm dari Tread Wear Indikator (TWI). Selain itu, tekanan angin pada ban juga tidak boleh berlebih karena berpotensi slip ketika menerjang permukaan air.
Hal tersebut menyebabkan jalanan menjadi basah dan licin. Kondisi ini tentu membahayakan para pengguna jalan, terutama bagi para pengendara sepeda motor.
Baca Juga:Tak Ingin Berurusan dengan Hukum, Yuk Jaga Emosi Saat Berkendara
Adanya genangan air akibat lubang dijalanan berpotensi menyebabkan aquaplanning. Selain itu, kondisi pengendara yang kurang sigap melakukan pengereman juga berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan saat berkendara dalam kondisi hujan.
Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan aquaplanning merupakan salah satu kondisi slip akibat cengkraman ban berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya lapisan film air yang berada diantara telapak ban dan permukaan jalan.
"Motor yang mengalami aquaplanning berpotensi kecelakaan dan kemungkinan akan membahayakan pengendara lainnya. Karena itu, pengemudi harus lebih memerhatikan beberapa hal sebelum berkendara," kata Jusri, dalam keterangan resminya kepada Langit7.id, Senin (30/5/2022).
Untuk menghindari aquaplanning, Jusri mengatakan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. Salah satunya seperti ketebalan ban tidak boleh kurang dari 2 hingga 4 mm dari Tread Wear Indikator (TWI). Selain itu, tekanan angin pada ban juga tidak boleh berlebih karena berpotensi slip ketika menerjang permukaan air.