Berhaji Tunggu Panggilan, Habib Abdurrahman: Ini Pemahaman Keliru
Mahmuda attar hussein
Selasa, 07 Juni 2022 - 15:50 WIB
Jemaah haji di Masjid Nabawi. (Foto: Pixabay).
Istilah menunggu panggilan berhaji dinilai kurang tepat. Sebab seruan untuk menunaikan ibadah rukun Islam kelima itu sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim.
Pendakwah, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi menjelaskan, pernyataan tersebut merupakan sebuah pemahaman keliru. Pasalnya, ibadah haji sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim.
"Pemahaman yang salah kalau haji itu panggilan. Haji memang panggilan, tapi sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim," kata dia kepada Langit7, Selasa (7/6/2022).
Seruan haji, kata dia, telah tertulis dalam Al-Quran. Artinya, setiap muslim telah mendapatkan panggilan untuk haji.
Baca Juga: Kiswah Kain Penutup Kakbah Diangkat Jelang Haji, Ini Alasannya
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh," (QS. Al Hajj: 27).
"Panggilan ini sudah ada, bahkan ada orang yang tidak punya duit, tapi dia bersungguh-sungguh menjawab panggilan. Ada juga orang yang punya duit, tapi tidak berangkat haji, karena tidak serius menjawab panggilan ini, ogah-ogahan," jelasnya.
Pendakwah, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi menjelaskan, pernyataan tersebut merupakan sebuah pemahaman keliru. Pasalnya, ibadah haji sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim.
"Pemahaman yang salah kalau haji itu panggilan. Haji memang panggilan, tapi sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim," kata dia kepada Langit7, Selasa (7/6/2022).
Seruan haji, kata dia, telah tertulis dalam Al-Quran. Artinya, setiap muslim telah mendapatkan panggilan untuk haji.
Baca Juga: Kiswah Kain Penutup Kakbah Diangkat Jelang Haji, Ini Alasannya
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh," (QS. Al Hajj: 27).
"Panggilan ini sudah ada, bahkan ada orang yang tidak punya duit, tapi dia bersungguh-sungguh menjawab panggilan. Ada juga orang yang punya duit, tapi tidak berangkat haji, karena tidak serius menjawab panggilan ini, ogah-ogahan," jelasnya.