home global news

PMK Makin Darurat, Peternak Minta Pemerintah Gerak Cepat

Rabu, 08 Juni 2022 - 21:18 WIB
Ribuan sapi perah mati akibat PMK di Pangalengan Jawa Barat (foto: Twitter/@pernahmerasa)
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kian parah. Di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan saja, 1195 ekor sapi perah terinfeksi PMK, 37 ekor mati dan 39 terpaksa dipotong karena menderita PMK parah.

CEO Tobian Farm, Muhammad Fahmi Idris, S.Pt, meminta pemerintah bergerak cepat menangani penyakit mulut dan kulit (PMK) yang menyerang hewan ternak.

Fahmi mencatat ada dua subjek yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam menangani kasus ini yakni peternak dan masyarakat umum. Para peternak menjadi kelompok pertama yang terkena dampak penyakit ini.

"Karena penyakit ini akan menyerang produksi hewan yang dipelihara oleh peternak secara langsung dalam konteks pertumbuhan daging, ataupun produksi susu," kata Fahmi kepada LANGIT7.ID, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga:PMK Merajalela, Ini Tips Pilih Hewan Kurban Sehat Bebas PMK

PMKtak hanya menyerang sapi, tapi juga kambing dan domba. Sehingga, peternak akan merasakan dampak secara langsung, apalagi kejadian paling ekstrem adalah kematian ternak. Kematian ternak akan mengurangi jumlah hewan ternak yang seharusnya menjadi harta kekayaan peternak.

"Ini menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi rakyatnya agar tidak kehilangan harta benda, maupun mata pencaharian sebagai peternak. Karena memang ternak menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian orang. Sehingga ketika kehilangan ternak, mereka kehilangan mata pencaharian," tutur Fahmi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
hewan kurban hewan ternak penyakit mulut dan kuku wabah pmk
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya