Prof Akhmad Muzakki, Anak Penjual Petis Jadi Rektor UIN Sunan Ampel
Muhajirin
Rabu, 08 Juni 2022 - 21:59 WIB
Prof Akhmad Muzakky (foto: uinsby.ac.id)
Perjalanan akademik Prof Akhmad Muzakki sangat menginspirasi. Dia dilantik menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Senin (6/6/2022) lalu.
Prof Zaki merupakan putra dari penjual petis di Pasar Sidoarjo. Dia sosok yang disiplin dalam hidup, sehingga bisa meraih kesuksesan di dunia pendidikan. Hingga pada akhirnya dia mampu berdiri sejajar dengan sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menerima amanah dari Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
"Para Rektor dan Kepala Biro PTK harus bisa membuktikan bahwa saudara-saudara siap memajukan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri sesuai tugas dan fungsi yang diamanahkan kepada saudara," kata Yaqut, dikutip laman resmi Kemenag, Rabu (8/6/2022).
Prof Zaki merupakan guru besar termuda di kampus UIN Sunan Ampel. Dia menyandang Profesor sejak 1 November 2014. Dia merupakan profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik UIN Sunan Ampel.
Baca Juga:Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
Sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan Prof Zaki meraih gelar tersebut. Dari mulai berkas yang hilang, saran dari banyak kolega agar tidak terburu-buru, hingga banyak godaan lain. Dia juga harus menghadapi aturan ketat.
Suami dari Erna Mawati itu menjelaskan, para dosen di bawah naungan Kemenristek-Dikti hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti saja untuk meraih gelar profesor. Sedangkan, dosen yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian.
Prof Zaki merupakan putra dari penjual petis di Pasar Sidoarjo. Dia sosok yang disiplin dalam hidup, sehingga bisa meraih kesuksesan di dunia pendidikan. Hingga pada akhirnya dia mampu berdiri sejajar dengan sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menerima amanah dari Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
"Para Rektor dan Kepala Biro PTK harus bisa membuktikan bahwa saudara-saudara siap memajukan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri sesuai tugas dan fungsi yang diamanahkan kepada saudara," kata Yaqut, dikutip laman resmi Kemenag, Rabu (8/6/2022).
Prof Zaki merupakan guru besar termuda di kampus UIN Sunan Ampel. Dia menyandang Profesor sejak 1 November 2014. Dia merupakan profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik UIN Sunan Ampel.
Baca Juga:Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
Sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan Prof Zaki meraih gelar tersebut. Dari mulai berkas yang hilang, saran dari banyak kolega agar tidak terburu-buru, hingga banyak godaan lain. Dia juga harus menghadapi aturan ketat.
Suami dari Erna Mawati itu menjelaskan, para dosen di bawah naungan Kemenristek-Dikti hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti saja untuk meraih gelar profesor. Sedangkan, dosen yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian.