Marak Aksi Remaja Hadang Truk Demi Konten, Begini Perspektif Psikologi
Muhajirin
Kamis, 09 Juni 2022 - 05:05 WIB
Aksi viral remaja hadang truk hingga tewas di Tangerang (foto: tangkapan layar)
Dalam sepekan terakhir, marak aksi hadang truk yang dilakukan sekelompok remaja demi konten di media sosial terutama TikTok. Parahnya, aksi nekat tersebut memakan korban jiwa. Dalam satu pekan ini, setidaknya ada dua kasus hadang truk yang terjadi.
Pada Jumat (3/6/2022) tiga orang remaja nekat menghadang truk di Jalan Otista Gerendeng Karawaci, Tangerang Banten. Tindakan itu mengakibatkan salah satu remaja berusia 18 tahun tewas di tempat setelah tertabrak dan terlindas truk.
Sehari sebelumnya, dua orang remaja nekat menghadang truk di Jalan Gading, Cingcin, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Aksi itu mengakibatkan satu remaja mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya
Merujuk pada Pijar Psikologi, aksi demikian berkaitan erat dengan keinginan untuk eksis. Keinginan untuk eksis diterjemahkan sebagai salah satu motivasi seseorang untuk beraktivitas di media sosial.
Sebuah penelitian menyatakan, kebutuhan untuk populer adalah sebab terkuat yang mendorong orang untuk selalu bermedia sosial. Bagi remaja yang masih labil, mereka haus eksis untuk meningkatkan penghargaan diri atau self esteem.
Pada Jumat (3/6/2022) tiga orang remaja nekat menghadang truk di Jalan Otista Gerendeng Karawaci, Tangerang Banten. Tindakan itu mengakibatkan salah satu remaja berusia 18 tahun tewas di tempat setelah tertabrak dan terlindas truk.
Sehari sebelumnya, dua orang remaja nekat menghadang truk di Jalan Gading, Cingcin, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Aksi itu mengakibatkan satu remaja mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya
Merujuk pada Pijar Psikologi, aksi demikian berkaitan erat dengan keinginan untuk eksis. Keinginan untuk eksis diterjemahkan sebagai salah satu motivasi seseorang untuk beraktivitas di media sosial.
Sebuah penelitian menyatakan, kebutuhan untuk populer adalah sebab terkuat yang mendorong orang untuk selalu bermedia sosial. Bagi remaja yang masih labil, mereka haus eksis untuk meningkatkan penghargaan diri atau self esteem.