Cara Hindari Stroke di Usia Muda, Ganti ke Gaya Hidup Sehat
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 11 Juni 2022 - 12:35 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Stroke terjadi saat pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Kondisi ini menyebabkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang dibutuhkan sehingga mengalami kematian sel atau jaringan.
Dewasa ini stroke tidak lagi identik sebagai penyakit kaum lanjut usia. Bahkan, belum lama ini pemilik akun media sosial @olszalau mengaku pernah mengalami stroke hingga terbaring koma di usia 20 tahun.
Dokter bedah saraf konsultan pembuluh darah vascular dr. Nur Setiawan Suroto, SpBS (K) Vasc mengatakan stroke bisa menyerang pada segala jenis usia.
Baca juga: Perempuan Terkena Stroke di Usia 20 Tahun, Kok Bisa?
Dia melanjutkan, bila dulu stroke banyak terjadi pada orang dengan usia dewasa, namun saat ini penderita stroke usia muda meningkat. Kondisi ini berhubungan dengan tuntutan gaya hidup serba instan dan tekanan yang tinggi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, stroke di Indonesia menunjukkan angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Karena itu penting bagi semuanya terutama generasi muda untuk memahami stroke.
Stroke memiliki dua jenis yakni stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Faktor risiko penyebabnya adalah berupa darah tinggi, kencing manis, kebiasaan hidup yang tidak baik, merokok, dan kurang olahraga.
Dewasa ini stroke tidak lagi identik sebagai penyakit kaum lanjut usia. Bahkan, belum lama ini pemilik akun media sosial @olszalau mengaku pernah mengalami stroke hingga terbaring koma di usia 20 tahun.
Dokter bedah saraf konsultan pembuluh darah vascular dr. Nur Setiawan Suroto, SpBS (K) Vasc mengatakan stroke bisa menyerang pada segala jenis usia.
Baca juga: Perempuan Terkena Stroke di Usia 20 Tahun, Kok Bisa?
Dia melanjutkan, bila dulu stroke banyak terjadi pada orang dengan usia dewasa, namun saat ini penderita stroke usia muda meningkat. Kondisi ini berhubungan dengan tuntutan gaya hidup serba instan dan tekanan yang tinggi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, stroke di Indonesia menunjukkan angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Karena itu penting bagi semuanya terutama generasi muda untuk memahami stroke.
Stroke memiliki dua jenis yakni stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Faktor risiko penyebabnya adalah berupa darah tinggi, kencing manis, kebiasaan hidup yang tidak baik, merokok, dan kurang olahraga.