LANGIT7.ID - , Jakarta -
Stroke terjadi saat pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Kondisi ini menyebabkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang dibutuhkan sehingga mengalami kematian sel atau jaringan.
Dewasa ini stroke tidak lagi identik sebagai penyakit kaum
lanjut usia. Bahkan, belum lama ini pemilik akun media sosial @olszalau mengaku pernah mengalami stroke hingga terbaring koma di usia 20 tahun.
Dokter bedah saraf konsultan pembuluh darah vascular dr. Nur Setiawan Suroto, SpBS (K) Vasc mengatakan stroke bisa menyerang pada segala jenis usia.
Baca juga: Perempuan Terkena Stroke di Usia 20 Tahun, Kok Bisa?Dia melanjutkan, bila dulu stroke banyak terjadi pada orang dengan usia dewasa, namun saat ini penderita stroke
usia muda meningkat. Kondisi ini berhubungan dengan tuntutan gaya hidup serba instan dan tekanan yang tinggi.
Berdasarkan data
Kementerian Kesehatan, stroke di Indonesia menunjukkan angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Karena itu penting bagi semuanya terutama generasi muda untuk memahami stroke.
Stroke memiliki dua jenis yakni stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Faktor risiko penyebabnya adalah berupa darah tinggi, kencing manis, kebiasaan hidup yang tidak baik, merokok, dan kurang olahraga.
"Jika stroke pendarahan kemungkinan ada faktor penyebab lain yang mendasari. Misal apakah sebelumnya ia memiliki kelainan pembuluh darah atau tidak," ujar dr Nur Setiawan dikutip kanal YouTube Bedah Saraf Nasional Hospital, Sabtu (11/6/2022).
Berbeda dengan stroke penyumbatan yang biasanya diakibatkan karena pola konsumsi makanan atau gaya hidup tidak sehat. Sebut saja obesitas,
merokok, kurang olahraga dan sebagainya.
"Lama-kelamaan dapat membuat kualitas dari pembuluh darah tidak baik. Lalu, akan muncul banyak endapan di pembuluh darah dan kemudian akan bisa memicu stroke penyumbatan," lanjut dia.
Baca juga: Anak Muda Juga Bisa Stroke, Berikut Cara MengidentifikasiLebih lanjut, anggota dari Surabaya Neuroscience Institute (SNeI) ini mengatakan faktor-faktor yang menyebabkan stroke adalah 80 persen karena gaya hidup yang tidak baik. Sedangkan 20 persen lainnya karena faktor-faktor yang tidak bisa dipengaruhi atau intervensi, misal jenis kelamin, usia dan lainnya.
Untuk faktor gaya hidup, itu bisa diatasi dengan mengatur pola konsumsi dengan baik dan hindari hal-hal yang dapat memicu munculnya stroke
"Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol, kurangi konsumsi gula, hindari mengkonsumsi makanan yang menyebabkan darah menjadi tinggi dan juga jangan lupa untuk selalu menyempatkan waktu berolahraga," ucapnya.
Seperti dijelaskan sebelumnya, 80 persen faktor risiko stroke adalah hal-hal yang bisa dihindari. Sedangkan 20 persen faktor risiko yang memang tidak bisa diintervensi.
Baca juga: Kenali Gejala Stroke Sejak DiniSehingga, dapat disimpulkan bahwa dengan mengubah pola kehidupan menjadi lebih baik seperti menyetop kebiasaan merokok, rajin berolahraga, konsumsi makanan yang baik, pola hidup yang sehat dan teratur akan dapat mencegah untuk jatuh dalam kondisi stroke.
(est)