Bolehkan Beribadah Hanya karena Berharap Surga dan Takut Neraka?
Muhajirin
Rabu, 15 Juni 2022 - 21:45 WIB
Ilustrasi (foto: muslimmatters.org)
Kerap menjadi perbincangan berbagai kalangan, apakah boleh seorang muslim beribadah hanya demi mengharap surga dan takutneraka?.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menjelaskan, bahwa sah-sah saja seorang muslim beribadah karena berharap surga dan takutneraka.
Kendati demikian, para ulama sudah membagi tiga tingkatan atau level orang dalam beribadah. Tingkatan tersebut menjadi penentu kualitas ibadah seseorang di hadapan Allah Ta’ala.
Pertama, ibadah at-tujjar yakni orang yang beribadah kepada Allah karena ingin sesuatu. Ini adalah cara ibadahnya pedagang yang selalu berpikir untung-rugi. Beribadah karena mengharap balasan (at-tujjar). Kerap seseorang terpanggil beribadah karena mengharapkan imbalan. Paling umum adalah imbalan pahala dan surga.
Baca Juga: 5 Golongan Orang yang Masuk Neraka meski Dianggap Rajin Shalat
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menjelaskan, bahwa sah-sah saja seorang muslim beribadah karena berharap surga dan takutneraka.
Kendati demikian, para ulama sudah membagi tiga tingkatan atau level orang dalam beribadah. Tingkatan tersebut menjadi penentu kualitas ibadah seseorang di hadapan Allah Ta’ala.
Pertama, ibadah at-tujjar yakni orang yang beribadah kepada Allah karena ingin sesuatu. Ini adalah cara ibadahnya pedagang yang selalu berpikir untung-rugi. Beribadah karena mengharap balasan (at-tujjar). Kerap seseorang terpanggil beribadah karena mengharapkan imbalan. Paling umum adalah imbalan pahala dan surga.
Baca Juga: 5 Golongan Orang yang Masuk Neraka meski Dianggap Rajin Shalat