Sambut Puncak Haji, Kemenkes Screening Ulang Jemaah
Mahmuda attar hussein
Senin, 20 Juni 2022 - 11:50 WIB
Ilustrasi screening kondisi jemaah haji. (Foto: Istimewa).
Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kemenkes bakal melakukan screening ulang kepada para jemaah haji. Hal ini untuk memastikan kondisi mereka jelang puncak haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Budi Sylvana, mengatakan screening ulang ini dilakukan untuk memastikan kesehatan jemaah haji dua minggu jelang Armuzna.
"Proses screening awal bagi jemaah dilakukan di kloter maupun sektor. Khusus bagi jemaah dengan risti, dilakukan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Hal ini untuk memastikan kesiapan kondisi kesehatan jamaah,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).
Adapun proses screening awal dilakukan di tingkat kloter oleh TKH kloter. Jemaah dengan kondisi risti perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis.
Baca Juga:PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Terapkan Protokol Kesehatan
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Imran mengatakan, jemaah yang selesai konsultasi dengan dokter spesialis akan diberikan obat. Selain itu juga mendapatkan edukasi perihal kesehatan.
“Jadi TKH melakukan screening di kloter. Dari hasil screening, mereka yang perlu dikonsultasiķan ke dokter spesialis akan dibawa dan dijemput untuk diperiksa spesialis," katanya.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Budi Sylvana, mengatakan screening ulang ini dilakukan untuk memastikan kesehatan jemaah haji dua minggu jelang Armuzna.
"Proses screening awal bagi jemaah dilakukan di kloter maupun sektor. Khusus bagi jemaah dengan risti, dilakukan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Hal ini untuk memastikan kesiapan kondisi kesehatan jamaah,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).
Adapun proses screening awal dilakukan di tingkat kloter oleh TKH kloter. Jemaah dengan kondisi risti perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis.
Baca Juga:PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Terapkan Protokol Kesehatan
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Imran mengatakan, jemaah yang selesai konsultasi dengan dokter spesialis akan diberikan obat. Selain itu juga mendapatkan edukasi perihal kesehatan.
“Jadi TKH melakukan screening di kloter. Dari hasil screening, mereka yang perlu dikonsultasiķan ke dokter spesialis akan dibawa dan dijemput untuk diperiksa spesialis," katanya.