LANGIT7.ID, Jakarta - Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kemenkes bakal melakukan screening ulang kepada para
jemaah haji. Hal ini untuk memastikan kondisi mereka jelang
puncak haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Budi Sylvana, mengatakan screening ulang ini dilakukan untuk memastikan kesehatan jemaah haji dua minggu jelang Armuzna.
"Proses screening awal bagi jemaah dilakukan di kloter maupun sektor. Khusus bagi jemaah dengan risti, dilakukan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Hal ini untuk memastikan kesiapan kondisi kesehatan jamaah,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).
Adapun proses screening awal dilakukan di tingkat kloter oleh TKH kloter. Jemaah dengan kondisi risti perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis.
Baca Juga: PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Terapkan Protokol KesehatanKepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Imran mengatakan, jemaah yang selesai konsultasi dengan dokter spesialis akan diberikan obat. Selain itu juga mendapatkan edukasi perihal kesehatan.
“Jadi TKH melakukan screening di kloter. Dari hasil screening, mereka yang perlu dikonsultasiķan ke dokter spesialis akan dibawa dan dijemput untuk diperiksa spesialis," katanya.
Pemeriksaan jemaah risti jelang Armuzna akan dilaksanakan setiap hari sampai menjelang fase armuzna. Sehingga nantinya akan terindentifikasi jemaah yang mampu melaksanakan Armuzna dan yang harus disafari wukufkan atau di badal hajikan.
Bagi jemaah haji dengan kondisi kesehatan baik, akan mengikuti prosesi Armuzna seperti biasa. Sementara jemaah sakit atau memiliki penyakit berat akan disafari wukufkan atau di badal hajikan.
“Jemaah dengan risiko ringan akan dilakukan pendekatan dan pengawalan ketat petugas kesehatan," katanya.
Seperti diketahui, layanan pemeriksaan bagi jemaah risti di KKHI Makkah telah dilakukan sejak Jumat (17/7/2022). Sebanyak 90 jemaah risti mendapatkan pelayanan konsultasi dengan dokter spesialis.
Dari sejumlah tersebut, sebanyak tujuh jemaah mendapatkan penanganan yang lebih lanjut di KKHI Makkah atau menjalani rawat inap. Tujuh poli spesialis memberikan pelayanan bagi jemaah haji risti, yaitu Poli Penyakit dalam, Poli Paru, Poli Jantung, Poli Psikiatri, Poli Kulit, Poli Saraf, dan Poli Bedah.
(bal)