Rumah Tahfidz Darul A'Shom Bantu Tunarungu Baca Alquran
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 05 Juli 2022 - 11:02 WIB
Rumah tahfidz Darul Ashom di Yogyakarta membantu tunarungu membaca Alquran. Foto: Kemenag.
Prihatin dengan siswa penyandang tunarungu, Ustadz Abdul Kahfi mendirikan rumah tahfidz untuk membantu mereka belajar dan membaca Alqur'an menggunakan bahasa isyarat.
Ustadz Abdul Khafi pun mendirikanRumah Tahfidz Tunarungu Darul A'shom di Condong Cantur, Depok Sleman, Yogyakarta. Sekolah ini berdiri pada tahun 2019 dan kini memiliki 12 staf yang mengajar 115 siswa putra putri berusia tujuh hingga 28 tahun.
Baca juga: Kemenag Moratorium Izin PAUD Al-Qur’an dan Rumah Tahfiz Al-Qur’an
Siswa yang belajar di Darul A'shom tak hanya datang dariYogyakarta, namun juga dari berbagai daerah lain di Indonesia. Abdul berharap sekolahnya ini dapat memberi kemudahan untuk generasi penerus belajar tentang Islam.
“Saat ini orang dewasa dengan gangguan pendengaran hampir tidak mengetahui agama secara mendalam karena sejak usia sekolah mereka tidak pernah mempelajarinya,” kata Ustadz Abdul seperti dikutip dari Arab News, Selasa (5/7/2022).
Di Indonesia sendiri, pelajaran agama khususnya di kurikulum sekolah umum masih terbatas pengajarannya pada anak-anak berkebutuhan khusus. Pendidikan agama pun baru didapat anak berkebutuhan khusus di usia delapan atau sembilan tahun, bukan dari taman kanak-kanak seperti kebanyakan anak lainnya.
Menurut survey badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), hanya tiga dari 10 anak penyandang disabilitas di Indonesia yang dapat bersekolah.
Ustadz Abdul Khafi pun mendirikanRumah Tahfidz Tunarungu Darul A'shom di Condong Cantur, Depok Sleman, Yogyakarta. Sekolah ini berdiri pada tahun 2019 dan kini memiliki 12 staf yang mengajar 115 siswa putra putri berusia tujuh hingga 28 tahun.
Baca juga: Kemenag Moratorium Izin PAUD Al-Qur’an dan Rumah Tahfiz Al-Qur’an
Siswa yang belajar di Darul A'shom tak hanya datang dariYogyakarta, namun juga dari berbagai daerah lain di Indonesia. Abdul berharap sekolahnya ini dapat memberi kemudahan untuk generasi penerus belajar tentang Islam.
“Saat ini orang dewasa dengan gangguan pendengaran hampir tidak mengetahui agama secara mendalam karena sejak usia sekolah mereka tidak pernah mempelajarinya,” kata Ustadz Abdul seperti dikutip dari Arab News, Selasa (5/7/2022).
Di Indonesia sendiri, pelajaran agama khususnya di kurikulum sekolah umum masih terbatas pengajarannya pada anak-anak berkebutuhan khusus. Pendidikan agama pun baru didapat anak berkebutuhan khusus di usia delapan atau sembilan tahun, bukan dari taman kanak-kanak seperti kebanyakan anak lainnya.
Menurut survey badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), hanya tiga dari 10 anak penyandang disabilitas di Indonesia yang dapat bersekolah.