Cuitan Presiden Sri Lanka: Minta Bantuan Putin Kirimi Bahan Bakar
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 07 Juli 2022 - 12:35 WIB
Ilustrasi krisis bahan bakar atau energi di Sri Lanka. Foto: Langit7.id/iStock
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengatakan, pihaknya meminta pemimpin Rusia Vladimir Putin untuk membantu negara kepulauan yang kekurangan uang itu mengimpor bahan bakar. Pasalnya, pemerintah Sri Langka saat ini berjibaku dengan krisis ekonomi terburuk dalam tujuh dekade.
Sri Lanka berjuang untuk mengimpor bahkan kebutuhan pokok, di tengah kekurangan devisa karena kesalahan dalam pengurusan ekonomi dan dampak krisis Covid-19. Alhasil, menyebabkan kekurangan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar yang parah.
Baca Juga:Cadangan BBM Menipis, Pemerintah Sri Lanka Kelimpungan
"(Saya) telah melakukan telecon yang sangat produktif dengan Presiden #Rusia, Vladimir Putin," kata Gotabaya Rajapaksa dalam cuitannya di Twitter.
Dia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta dukungan kredit dari Rusia untuk mengimpor bahan bakar. Dengan stok bensin dan solar yang hampir habis, Sri Lanka telah memperpanjang penutupan sekolah di seluruh negeri dan meminta pegawai negeri untuk bekerja dari rumah.
Sri Lanka telah membeli minyak dari Rusia untuk mengatasi krisis, dan pemerintah telah mengindikasikan bersedia untuk melakukan pembelian lebih lanjut. "Kami dengan suara bulat sepakat bahwa memperkuat hubungan bilateral di sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangandan budaya adalah yang terpenting dalam memperkuat persahabatan yang dimiliki kedua negara," kata Rajapaksa.
Sri Lanka berjuang untuk mengimpor bahkan kebutuhan pokok, di tengah kekurangan devisa karena kesalahan dalam pengurusan ekonomi dan dampak krisis Covid-19. Alhasil, menyebabkan kekurangan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar yang parah.
Baca Juga:Cadangan BBM Menipis, Pemerintah Sri Lanka Kelimpungan
"(Saya) telah melakukan telecon yang sangat produktif dengan Presiden #Rusia, Vladimir Putin," kata Gotabaya Rajapaksa dalam cuitannya di Twitter.
Dia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta dukungan kredit dari Rusia untuk mengimpor bahan bakar. Dengan stok bensin dan solar yang hampir habis, Sri Lanka telah memperpanjang penutupan sekolah di seluruh negeri dan meminta pegawai negeri untuk bekerja dari rumah.
Sri Lanka telah membeli minyak dari Rusia untuk mengatasi krisis, dan pemerintah telah mengindikasikan bersedia untuk melakukan pembelian lebih lanjut. "Kami dengan suara bulat sepakat bahwa memperkuat hubungan bilateral di sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangandan budaya adalah yang terpenting dalam memperkuat persahabatan yang dimiliki kedua negara," kata Rajapaksa.