Cadangan BBM Menipis, Pemerintah Sri Lanka Kelimpungan
ummu haniSenin, 04 Juli 2022 - 17:44 WIB
Ilustrasi masyarakat Sri Lanka mengantre BBM di SPBU. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka berdampak pada menipisnya stok bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut. Pemerintah Sri Lanka pun menghentikan penjualan BBM untuk kendaraan pribadi dan mengutamakan transportasi umum.
Melansir dari BBC, Senin (4/7/2022) Sri Lanka kini hanya memiliki sisa BBM kurang dari kebutuhan satu hari, yakni 12.774 ton solar dan 4.061 ton bensin. Jumlah itu hanya di bawah konsumsi selama satu hari.
Parahnya, layanan transportasi umum di Sri Lanka dilaporkan terhenti karena krisis yang mendalam. Antrean bensin dan solar mengular hingga beberapa kilometer di Ibu Kota Colombo.
Menteri Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera mengatakan saat ini sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sudah tidak memiliki pasokan BBM selama berhari-hari. Pihaknya sedang berupaya menghubungi pemasok dari luar negeri.
"Pengiriman bensin berikutnya diharapkan antara tanggal 22 dan 23 Juli 2022. Kami telah menghubungi pemasok lain, tetapi kami tidak dapat mengonfirmasi pasokan baru sebelum tanggal 22," ujarnya.
Dalam hal ini, Sri Lanka juga sudah mengumumkan penghentian penjualan BBM untuk kendaraan pribadi. BBM hanya untuk layanan penting, seperti kendaraan umum, ambulance dan kebutuhan darurat lainnya. Namun, bus umum milik swasta yang merupakan dua pertiga dari armada Sri Lanka, terpaksa mengurangi layanan karena sangat terpengaruh oleh kekurangan bahan bakar.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”